Menu

Dark Mode
MERPATI DARI OSSU ITU TELAH TERBANG Hadapi Lonjakan Bencana, BPBD Kupang Gandeng Driver Online sebagai First Responder Lewat Program TOP Ranger Dari Sepuluh Kecamat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sebuah Pesan untuk NTT: Ketangguhan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang Kemendagri dan BNPB Tinjau KENCANA Pratama di NTT, Sepuluh Camat Terima Penghargaan atas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Pemprov NTT Sosialisasikan RAD Adaptasi Perubahan Iklim 2025–2045, Perkuat Ketahanan Daerah Menghadapi WARGA JEMAAT BUKAN KUMPULAN PARA FANS (I Korintus 3:1–8)

LINGKUNGAN dan KEBENCANAAN

8 orang warga dusun Noanadale desa Helebeik Kec. Lobalain Rote Ndao Positif Covid-19

badge-check


					8 orang warga dusun Noanadale desa Helebeik Kec. Lobalain Rote Ndao Positif Covid-19 Perbesar

Taklale.Com-Rote, Menindaklanjuti adanya 3 (tiga) orang Anggota GMIT Mata Jemaat Masaneda Noanadale yang positif Covid-19 maka pada Selasa, 6 Juli 2021 Puskesmas Ba’a melakukan test antigen pada masyarakat dusun Noanadale desa Helebeik yang kontak erat dengan 3 orang yang sejak Jumat (2/7/21) dan Sabtu (2/7/21) telah menjalani masa karantina di Rumah Susun (rusun) Ne’e.

Tes antigen dilakukan oleh Puskesmas Ba’a yang bertempat di Rumah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu Noanadale) desa Helebeik dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas, drg.Gevilawati Pandie, didampingi oleh dr.Epy Haning, Bidan Serlince Muskanan (Pustu Helebeik) dan Ayub Baba yang bertugas melakukan test antigen tersebut dimulai pada Pkl.09.00 WITA – Pkl.13.00 WITA. Terlihat sebelum Pkl.09.00 WITA masyarakat yang akan ditest sudah berada di sekitar Posyandu Noanadale dengan tetap mematuhi protokol kesehatan mulai dari anak-anak sampai dengan lanjut usia (lansia).

Prosedur pemeriksaan dimulai dengan pendaftaran oleh petugas dengan mencatatkan nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Hp setelah itu menunggu giliran untuk ditanya tentang kondisi kesehatan, seperti batuk/deman yang berkaitan dengan gejala Covid-19 dan kemudian ditest. Test antigen dilakukan dengan mengambil lendir dari hidung oleh petugas yang menggunakan pakaian hazmat (hazardous materials) dengan perkiraan setiap orang membutuhkan waktu antara 30-60 detik.

Masyarakat yang ikut test berjumlah 83 (delapan puluh tiga) orang melewati jumlah daftar nama yang diterima oleh Majelis Jemaat Masaneda Noanadale yaitu 51 orang. Menurut drg. Gevi Pandie hal tersebut terjadi karena ada masyarakat dari dusun Aililo desa Loleoen dan desa Kolobolon yang ikut serta pada test tersebut.

Dan dari hasil test tersebut drg.Gevi menyampaikan bahwa ada 8 (delapan) orang dusun Noanadale, 2 (dua) orang dari dusun Aililo desa Loleoen dan 1 (orang) dari desa Kolobolon yang positif Covid-19. Mereka yang positif Covid-19 akan menjalani masa karantina di Rumah Susun (rusun) Ne’e).

drg. Gevi juga mengatakan bahwa yang hasil testnya negatif tidak boleh bersenang diri tapi tetap menjaga diri dengan mematuhi Protokol Kesehatan dan yang anggota keluarganya positif akan ditest lagi pada hari Sabtu, 10 Juli 2021 bertempat di Puskesmas Ba’a. Turut hadir pada pemeriksaan tersebut Bidan Novi H.Nappu (Pustu Bebalain-Loleoen) dan Pdt.Anace Nubatonis yang mendampingi masyarakat dusun Aililo sekaligus ikut test serta Anggota Kodim 1627. (iysl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Hadapi Lonjakan Bencana, BPBD Kupang Gandeng Driver Online sebagai First Responder Lewat Program TOP Ranger

25 June 2026 - 22:11 WITA

Dari Sepuluh Kecamat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sebuah Pesan untuk NTT: Ketangguhan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang

18 June 2026 - 20:30 WITA

Kemendagri dan BNPB Tinjau KENCANA Pratama di NTT, Sepuluh Camat Terima Penghargaan atas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana

18 June 2026 - 20:22 WITA

Trending LINGKUNGAN dan KEBENCANAAN