Menu

Dark Mode
MERPATI DARI OSSU ITU TELAH TERBANG Hadapi Lonjakan Bencana, BPBD Kupang Gandeng Driver Online sebagai First Responder Lewat Program TOP Ranger Dari Sepuluh Kecamat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sebuah Pesan untuk NTT: Ketangguhan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang Kemendagri dan BNPB Tinjau KENCANA Pratama di NTT, Sepuluh Camat Terima Penghargaan atas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Pemprov NTT Sosialisasikan RAD Adaptasi Perubahan Iklim 2025–2045, Perkuat Ketahanan Daerah Menghadapi WARGA JEMAAT BUKAN KUMPULAN PARA FANS (I Korintus 3:1–8)

TAKLALE KLIPING dan REPORTASE

SMRC: MAYORITAS PEMILIH TIDAK TAHU SEBAGIAN BESAR PARTAI POLITIK YANG ADA DI DPR

badge-check


					SMRC: MAYORITAS PEMILIH TIDAK TAHU SEBAGIAN BESAR PARTAI POLITIK YANG ADA DI DPR Perbesar

Siaran Pers 1
SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC)

Jakarta, 24 November 2022

Mayoritas pemilih tidak tahu sebagian besar partai politik yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Demikian hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang disampaikan pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani melalui program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ bertajuk “Apa yang Pemilih Tahu tentang Partai Politik?” melalui kanal YouTube SMRC TV pada Kamis, 24 November 2022.

Video utuh pemaparan Prof. Saiful Mujani bisa disimak di sini: https://youtu.be/ntUZrHmfiWU

Dalam presentasinya, Saiful menjelaskan bahwa warga memilih partai politik dengan asumsi partai tersebut menawarkan sesuatu yang cocok dengan kepentingan pemilih itu sendiri. Biasanya hal tersebut terkait dengan ide atau bisa disederhanakan dengan platform partai. Misalnya seseorang memilih PKS karena memperjuangkan aspirasi tentang politik Indonesia lebih memiliki warna Islam. Atau memilih Golkar karena memiliki pengalaman yang panjang pro-pembangunan ekonomi. Memilih partai karena partai tersebut memperjuangkan gagasan atau aspirasi tertentu. Ini yang disebut platform, tentang bagaimana pemilih melihat partai politik.

Dalam survei yang dilakukan SMRC di awal November 2022, diteliti tentang seberapa dalam pengetahuan pemilih tentang partai politik. Apakah publik memilih karena alasan platform atau tidak? Untuk mengetahui hal tersebut, penelitian ini dimulai dengan pertanyaan apakah publik mengetahui partai politik yang bersaing dalam Pemilu?

Saiful menyatakan bahwa harapannya publik mengetahui separuh dari partai yang ada di parlemen sehingga mereka bisa membandingkan antara satu partai dengan partai yang lainnya.

Dalam pertanyaan terbuka, publik diminta menyebutkan sebanyak-banyaknya nama partai yang diketahui atau pernah didengar. Hasilnya menunjukkan hanya PDIP dan Partai Golkar yang diketahui umumnya pemilih Indonesia. Yang mengaku tahu PDIP 75 persen dan Golkar 69 persen. Tujuh partai parlemen lainnya tidak disebut oleh mayoritas pemilih Indonesia. Hanya 47 persen yang menyebut Demokrat, Gerindra 45 persen, PAN 41 persen, PPP 40 persen, PKB 37 persen, Nasdem 34 persen, dan PKS 30 persen. Sementara partai-partai lain di bawah 20 persen.

“Hanya dua partai yang melekat di kepala masyarakat Indonesia, hanya PDIP dan Golkar,” terang Saiful.

Untuk menyebut nama partai saja, kemampuan pemilih Indonesia sangat terbatas.

Menurut Saiful, data ini menunjukkan bahwa elit politik tidak berhasil menjangkau pemilih.

Pengetahuan publik tentang nama partai disebut sebagai hal yang paling sederhana. Jika nama partai saja tidak diketahui, maka akan sangat sulit untuk berharap publik juga tahu tentang platform partai politik.

Saiful menegaskan bahwa temuan ini menunjukkan secara umum partai-partai politik tidak memadai untuk menyatakan bahwa mereka mewakili rakyat Indonesia.

Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 November 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah Berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate sebesar 1012 atau 83%. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

–AKHIR SIARAN PERS–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

GMIT Berduka, Pdt. Emr. Marta Mariam Mauta Tutup Usia Setelah Hampir 30 Tahun Mengabdi

12 June 2026 - 15:36 WITA

Peraturan Dua Menteri Soal Pendirian Rumah Ibadah Harus Dibatalkan dan Diganti Perpres yang Menjamin Kebebasan Beribadah dan Memfasilitasi Pendirian Rumah Ibadah

2 June 2026 - 14:57 WITA

Bupati Rote Ndao Tinjau Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Rote dan Pulau Usu

1 June 2026 - 21:04 WITA

bupati-rote-ndao-tinjau-pembangunan
Trending TAKLALE KLIPING dan REPORTASE