Menu

Dark Mode
Ombudsman NTT Audiensi dengan Bupati Kupang, Bahas Pengawasan Layanan Publik dan Pungutan Uji Kendaraan OMBUDSMAN NTT MENEMUI BUPATI KUPANG Ombudsman NTT Temukan Masalah Layanan Uji Kendaraan di Kabupaten Kupang Mateldius Sanam Resmi Dilantik Jadi Sekda Definitif Kabupaten Kupang Gubernur NTT Terbitkan Pergub Baru Tata Niaga Sapi, Berat Minimal Sapi Antar Pulau Direvisi KUNJUNGAN TANPA PEMBERITAHUAN KE KANTOR PENGUJIAN KENDARAAN KABUPATEN KUPANG

Lingkungan Hidup

IKAN KAKATUA SANGAT PENTING, JANGAN DIMAKAN!!

badge-check


					IKAN KAKATUA SANGAT PENTING, JANGAN DIMAKAN!! Perbesar

KENAPA IKAN INI PENTING BAGI LINGKUNGAN KITA?

Ikan Kakatua memakan alga dan terumbu karang yang mati.

Setiap hari mereka menghabiskan 90% waktu mereka untuk mengunyah/makan. Mereka membersihkan terumbu karang yang hidup dengan memakan alga yg menghambat pertumbuhan terumbu karang. Terumbu karang yg dibersihkan dari alga akan lebih kuat bertahan hidup menghadapi perubahan suhu air, polusi dan kondisi air yang keruh.

Setelah ikan Kakatua makan mereka akan mengeluarkan kotoran berupa pasir putih halus yang banyak sekali.

Setiap ekor ikan Kakatua dewasa akan mengeluarkan kotoran berupa pasir putih halus sebanyak 450 kilogram setiap tahun. Jadi semakin banyak dan lama ikan ini hidup, jumlah pasir putih yg dihasilkan akan semakin banyak. Pantai berpasir putih yang cantik dengan populasi terumbu karang yang indah merupakan hasil kerja ikan Kakatua.

Ikan kakatua merupakan ikan herbivorayg jumlahnya sangat sedikit di alam. Jika ikan Kakatua ini terus diburu, maka jumlah alga akan semakin banyak di laut sehingga kondisi terumbu karang tidak sehat. Hal ini selain mematikan ekosistem dan membuat laut tidak indah. Sehingga laut tidak akan indah untuk diselami atau dinikmati saat wisata snorkeling. Dimana banyak populasi ikan Kakatua, maka selain laut indah, ikan2 jenis lain akan semakin banyak tinggal di terumbu karang yang sehat sehingga bagus untuk mata pencaharian Nelayan.

Tolong edukasi/beritahu teman2 anda dan para nelayan yang anda kenal. Stop menangkap dan memakan ikan Kakatua. Jangan lagi membeli ikan Kakatua di pasar dan supermarket.

Silakan bagikan artikel ini untuk memberi tahu banyak orang…

Penerjemahan dan pengeditan dari artikel & foto @David E. Conolly& penambahan informasi dari websiteSmithsonian National Museum of Natural History oleh Melissa A Situmorang:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gelar Aksi di Jembatan Barito. WALHI Kalsel dan WALHI Kalteng Serukan Hentikan Deforestasi Tambang Batubara

5 June 2025 - 15:12 WITA

Aksi Bentang Spanduk dilakukan oleh 2 Region ED WALHI Kalteng dan Kalsel (1/6) di Jembatan Barito. Aksi ini menyerukan untuk Hentikan Deforestasi dan Save Meratus serta #Endcoal dari aktivitas industri Pertambangan Batubara di 2 Region.

GEMPA BUMI TEKTONIK M5,4 DI KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

24 July 2024 - 10:07 WITA

Panitia Laporkan Tindak Pidana oleh Ormas dalam The People’s Water Forum, Desak Pengusutan Aktor Negara yang Memobilisasi Pembubaran dan Kekerasan

28 May 2024 - 21:07 WITA

Refleksi Ekologis di HUT RI ke-78: Jalan Panjang Perjuangan Masyarakat Adat di NTT 

17 August 2023 - 12:07 WITA

Menunggu Gerak Cepat Para Menteri Memerangi Virus ASF

25 April 2023 - 09:44 WITA

Trending on Lingkungan Hidup