Menu

Dark Mode
Ombudsman NTT Audiensi dengan Bupati Kupang, Bahas Pengawasan Layanan Publik dan Pungutan Uji Kendaraan OMBUDSMAN NTT MENEMUI BUPATI KUPANG Ombudsman NTT Temukan Masalah Layanan Uji Kendaraan di Kabupaten Kupang Mateldius Sanam Resmi Dilantik Jadi Sekda Definitif Kabupaten Kupang Gubernur NTT Terbitkan Pergub Baru Tata Niaga Sapi, Berat Minimal Sapi Antar Pulau Direvisi KUNJUNGAN TANPA PEMBERITAHUAN KE KANTOR PENGUJIAN KENDARAAN KABUPATEN KUPANG

EKONOMI dan PEMBANGUNAN

SEBANYAK 50,7 PERSEN PUBLIK PUAS DENGAN KERJA PEMERINTAH MENANGANI MASALAH EKONOMI AKIBAT COVID-19

badge-check

SIARAN PERS 11
SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC)

Jakarta, 19 Oktober 2021

Mayoritas warga mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menangani masalah ekonomi akibat wabah Covid-19. Hal ini terungkap dalam hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) SMRC bertajuk ‘Evaluasi Publik Nasional Dua Tahun Kinerja Presiden Jokowi’ yang dirilis secara online di Jakarta pada 19 Oktober 2021.

Survei opini publik ini digelar pada 15 – 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Sampel sebanyak 1220 responden dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 981 atau 80 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Hasil survei yang dipresentasikan oleh Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, ini menunjukkan 50,7 persen publik puas dengan kinerja pemerintah menangani persoalan ekonomi karena pandemi Covid-19. Sementara yang menyatakan kurang atau tidak puas sebanyak 44,1 persen. Masih ada 5,1 persen yang tidak menjawab.

“Meskipun penilaian positif masih dominan,” kata Abbas, “tapi tingkat kepuasan ini mengalami penyusutan jika dibandingkan dengan hasil survei Maret 2021, yakni 61,3 persen.”

Lebih jauh, Abbas menjelaskan bahwa dari yang merasa sangat atau cukup puas dengan kinerja pemerintah pusat dalam menangani pemulihan ekonomi akibat wabah Covid-19, mayoritas, 51,9 persen, beralasan karena ”pandemi membuat ekonomi buruk, dan pemerintah sudah bekerja keras mengatasinya walaupun keadaan ekonomi secara umum masih buruk”. Alasan selanjutnya adalah karena ”dalam setahun terakhir di masa Covid-19, keadaan ekonomi mulai membaik” (28,3 persen).

–AKHIR SIARAN PERS–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Inflasi Turun Secara Tahunan Tapi Naik Secara Bulanan, PSI: Efisienkan Ekonomi dengan Membangun Infrastruktur

3 July 2023 - 18:23 WITA

OJK Diminta Segera Jelaskan Duduk Soal Kredit Macet di Bank Mayapada, PSI: Jangan Sampai Terulang Skandal Bank Century

23 June 2023 - 22:31 WITA

PSI Yakin dengan Pasar Keuangan Indonesia di Tengah Ancaman Gagal Bayar Utang AS

23 May 2023 - 19:58 WITA

Pemimpin Keuangan G7 Risau Soal 2 Hal, PSI: Indonesia Harus Antisipasi Dampaknya Terhadap Ekonomi Global

15 May 2023 - 23:53 WITA

Jumlah Angkatan Kerja Naik 2,61 Juta Orang, PSI: Stabilitas dan Kualitas SDM Adalah Kunci

13 May 2023 - 21:01 WITA

Trending on EKONOMI dan PEMBANGUNAN