Menu

Dark Mode
Ombudsman NTT Audiensi dengan Bupati Kupang, Bahas Pengawasan Layanan Publik dan Pungutan Uji Kendaraan OMBUDSMAN NTT MENEMUI BUPATI KUPANG Ombudsman NTT Temukan Masalah Layanan Uji Kendaraan di Kabupaten Kupang Mateldius Sanam Resmi Dilantik Jadi Sekda Definitif Kabupaten Kupang Gubernur NTT Terbitkan Pergub Baru Tata Niaga Sapi, Berat Minimal Sapi Antar Pulau Direvisi KUNJUNGAN TANPA PEMBERITAHUAN KE KANTOR PENGUJIAN KENDARAAN KABUPATEN KUPANG

SPIRITUALITAS dan PLURALISME

Hari Raya Adventus dan Maknanya

badge-check


					Hari Raya Adventus dan Maknanya Perbesar


Adven berasal dari istilah Latin “Adventus” yang berarti kedatangan atau pendekatan. Jadi ada seseorang atau sesuatu yang sedang datang atau sedang mendekat. Maka ada pihak yang memberi perhatian dan menanti datangnya orang atau sesuatu itu sehingga ia tahu bahwa seseorang itu sedang datang dan sudah dekat. Dalam pemahaman seperti ini Adventus memeiliki dua sisi, yaitu Kedatangan dan Penantian.

Biasanya masa raya Adventus dimaknai sebagai “persiapan” menuju ke hari raya Natal. Secara historis memang demikian. Ketika gereja-gereja di Barat yang berpusat di Roma menetapkannya sebagai “a preparation for the festival of the nativity”. Jadi, perayaan kelahiran Yesus, yang mulai dirayakan kira-kira abad ke IV (tahun 336), yaitu ketika tanggal 25 Desember ditetapkan sebagai hari kelahiran Yesus Kristus, pada perkembangannya di dahului oleh perayaan masa Adventus. Di dalam tradisi ajaran gereja (terutama Protestantis) dikenal 3 macam Adventus, yaitu:

Pertama, Adventus Christi in carne. Adventus ini menunjuk pada kedatangan Yesus Kristus dalam carne, yaitu daging sebagai manusia. Adventus ini menunjuk kepada status kerendahan-Nya , sebagaimana kedatangan yang pertama, yang visible, yang meliputi kelahiran-Nya, pelayanan dan karya-karya-Nya dan “ketaatan-Nya” sampai akhir. Rasul Paulus berkata: “dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di atas kayu salib” (Fil. 2:8). Mengenai ketaatan-Nya ini dapat dilihat dari dua segi, yaitu ketaatan aktif dan ketaatan pasif. Pertama, ketaatan aktif menunjuk kepada kehidupan Yesus Kristus mulai dari kelahiran dan pelayanan-Nya sampai penderitaan-Nya. Semuannya ini dialami dan dilakukan oleh-Nya sebagai tanda ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa-Nya (Yoh. 8:29c). Kedua, ketaatan pasif menunjuk kepada karya-Nya sebagai penebus, yaitu penebusan dosa yang paripurna (remissio perccatorum), di mana Ia memenuhi semua tuntutan hukum Taurat yang berhubungan dengan pelanggaran dan dosa manusia. Melalui ketaatan inilah orang percaya memperoleh anugerah Allah yang kekal, seperti kata Rasul Paulus “telah diserakan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita” (Rom. 4:25). Di tempat lain Rasul Paulus berkata bahwa “upah dosa adalah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rom. 6:23). Untuk Adventus ini kita dapat menunjuk ke belakang pada peristiwa di Betlehem 2000-an tahun yang lalu.

Kedua, Adventus Chiristi in gratia. Kedatangan Yesus Kristus di dalam anugerah-Nya. Advintus ini adalah adventus yang menunjukan kepada status ketinggian-Nya (status exaltionis). Adventus ini sebagai adventus “ kedua” tetapi non-vesible adalah kehadiran Yesus Kristus dalam rahmat-Nya, yang senantiasa menyertai gereja-Nya sebagai “tubuh-Nya” sampai ke akhir zaman, yaitu pada kedatangan-Nya visible-Nya yang kedua kelak. Ia sendiri yang berjanji untuk senantiasa menyertai orang percaya. Ia sendiri berkata bahwa “sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat. 18:20) dan “ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat.28:20). Melalui pemberitaan Firman dan pelayanan sakramen, Yesus Kristus datang dalam rahmat-Nya. Melalui Adventus Chiristi in gratia Yesus Kristus hadir secara kontinyiu dalam setiap langkah hidup kita melalui karya Roh Kudus. Melalui rahmat-Nya Kristus Yesus senantiasa hadir secara personal ke dalam pusat kehidupan kita untuk menemani kita setiap hari dalam melaksanakan tugas panggilan. Dalam hubungan dengan hal ini, Rasul Petrus mengatakan bahwa “kuduskan Kristus dalam hatimu sebagai Tuhan!” (I Petr. 3:15). Hal menguduskan Kristus dalam hati sebagai Tuhan adalah wujud pemuridan kita yang terutama sehingga Ia yang membimbing kita dalam tugas dan panggilan kita di dunia ini. Untuk Adventus ini kita menunjuk pada rahmat dan anugerah-Nya yang memerintah kita, yaitu di hati kita setiap hari.

Ketiga, Adventus Christi in Gloria. Kedatangan Kristus dalam segala kemuliaan-Nya yang gilang gemilang, pada akhir zaman, atau hari kiamat, hari terakhir, the last day (dies novissimus). Kedatangan ini adalah kedatangan “ketiga”, tetapi itu adalah kedatangan visible-Nya yang kedua. Melalui Adventus Christi in Gloria segala perwujudan janji-janji Allah disempurnakan, baik karunia-Nya maupun murka-Nya. Pada saat itu dunia dan segala isinya akan disempurnakan, (consummation saecule), melalui penghakiman terakhir (iudicium extremum). Bagi orang percaya, Adventus Christi in Gloria bersifat personal dalam arti bahwa kita akan bertemu “muka dengan muka” dengan-Nya tanpa takut apapun (I Kor. 13:12). Bagi orang percaya, Adventus ini, kedatangan yang penuh dengan sukacita yang nyata (visibilis) serta merupakan berkat dan karunia yang sempurna (betaeficus) di mana Allah memuliakan kita dalam kesempurnaan-Nya (gloriosus). Pada Adventus Christi in Gloria hari di mana Ia akan menghakimi orang hidup dan mati, akan sangat menakutkan dan mengerikan (terribilis) bagi mereka yang tidak percaya. Untuk Adventus ini kita menunjuk kepada kedatangan Tuhan yang kedua kali, yaitu menunjuk ke depan, namun tidak seorang pun yang tahu kapan, Kristus pun tidak, hanya Allah Bapa-Nya.

Maka dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa makna masa raya Adventus sangat kaya, dan tidak sekedar menjadi masa “penantian” ke masa raya Natal. Memang harus ditegaskan pula bahwa masa raya Adventus berhubungan erat dengan hal memahami dan memperingati kelahiran Kristus. Tetapi tentu saja harus ditegaskan pula bahwa Adventus Christi tidak hanya berhubungan dengan Natal-Nya. Pemahaman dan perayaan akan kedatangan visible Kristus yang pertama menuntut kita ke hal menikmati kedatanga-Nya yang non-viseble setip hari. Masa raya Adventus adalah masa kita membersihkan diri untuk menyambut kedatangan visible Kristus yang kedua.

Selamat merayakan hari raya Adventus, Tuhan berkati. (FN)

(Sumber : Facebook Frans Nahak II – Sabtu, 27 November 2021)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jemaat GMIT Batu Karang Kuanino Kupang teguhkan 47 orang Anggota Sidi

6 April 2025 - 09:23 WITA

Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang Meninggal

4 April 2025 - 07:59 WITA

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN RI: TOLAK PENANDATANGANAN RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN TENTANG PEMELIHARAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (PKUB)

17 October 2024 - 19:43 WITA

BERSAKSI DALAM PIMPINAN ROH KUDUS (KISAH PARA RASUL 2:1-21)

19 May 2024 - 21:17 WITA

Sang Emeritus

10 May 2024 - 13:03 WITA

Trending on BUKAN ORANG BIASA