Menu

Dark Mode
Salus Populi Suprema Lex Esto: Bupati Rote Ndao Tegaskan Keselamatan Rakyat Lewat Penguatan Layanan Puskesmas Liverpool Bungkam Marseille 3-0 di Velodrome, Selangkah Lagi ke 16 Besar Liga Champions AJI: Keputusan MK Perkuat bahwa Sengketa Pers Harus Ditangani oleh Dewan Pers 16 Januari 2026 Memperingati Sejumlah Hari Penting, dari Isra Miraj hingga Hari Remaja Baik Nasional Isra Miraj 2026 Diperingati 27 Rajab 1447 Hijriah, Jatuh pada 16 Januari Laras Faizati divonis hukuman masa percobaan enam bulan, namun tidak perlu menjalaninya – ‘Vonis bersalah membuat orang takut bicara’

TAKLALE KLIPING dan REPORTASE

SMRC: PPP DAN PAN BELUM EFEKTIF MENARIK DUKUNGAN PEMILIH YANG PUAS PADA KINERJA JOKOWI

badge-check

Siaran Pers 4
SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC)

Jakarta, 22 Desember 2022

Sebagai partai pendukung pemerintah, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) belum efektif menarik dukungan yang besar dari pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi.

Demikian temuan survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Anies Naik, Nasdem Turun?” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV pada Kamis, 22 Desember 2022. Video presentasi tersebut bisa disimak di sini: https://youtu.be/yBwxSrhTRPE

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, menunjukkan bahwa warga yang merasa sangat atau cukup puas terhadap kinerja Jokowi pada survei Desember 2022 sekitar 74,2 dan tidak atau kurang puas sebesar 23,9 persen. Ada 2 persen yang belum menjawab.

Dukungan pada PPP baik dari pemilih yang puas pada kinerja Jokowi maupun yang tidak puas sama-sama 3 persen. Namun pemilih PPP dari yang tidak puas pada kinerja Jokowi sedikit mengalami penurunan dari 5 persen pada Oktober 2021 menjadi 3 persen pada Desember 2022. Sementara dukungan dari massa yang puas pada kinerja Jokowi stabil di angka 3 persen pada periode yang sama.

Meskipun belum terlalu kuat, ada indikasi pemilih PPP masuk dalam kecenderungan puas dibanding yang tidak puas pada kinerja Jokowi sejak Agustus 2022. Sebelumnya, dukungan untuk PPP selalu lebih banyak berasal dari pemilih yang tidak puas dibanding yang puas.

Sementara dukungan pada PAN dari mereka yang puas pada kinerja Jokowi sebesar 1 persen dan yang tidak puas 3 persen. Angka ini tidak banyak berubah sejak Oktober 2020, 2 persen dari masing-masing kelompok masyarakat tersebut.

Secara umum, kata Deni, PPP dan PAN belum berhasil menarik dukungan yang signifikan dari pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi.

“Ini turut menjelaskan mengapa dukungan kepada kedua partai sejauh ini masih rendah,” pungkasnya.

Survei terakhir dilakukan secara tatap muka pada 3 – 11 Desember 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate sebesar 1029 atau 84 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

–AKHIR SIARAN PERS–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laras Faizati divonis hukuman masa percobaan enam bulan, namun tidak perlu menjalaninya – ‘Vonis bersalah membuat orang takut bicara’

15 January 2026 - 19:57 WITA

Trending Post TAKLALE KLIPING dan REPORTASE