Menu

Dark Mode
MERPATI DARI OSSU ITU TELAH TERBANG Hadapi Lonjakan Bencana, BPBD Kupang Gandeng Driver Online sebagai First Responder Lewat Program TOP Ranger 17 Mahasiswa Teologi UKAW Jalani SKL dan Collegium Pastorale di Klasis Lole Dari Sepuluh Kecamat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sebuah Pesan untuk NTT: Ketangguhan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang Kemendagri dan BNPB Tinjau KENCANA Pratama di NTT, Sepuluh Camat Terima Penghargaan atas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Pemprov NTT Sosialisasikan RAD Adaptasi Perubahan Iklim 2025–2045, Perkuat Ketahanan Daerah Menghadapi

PEMBACA MENULIS

TENTANG USIA DAN LATAR BELAKANG SERTA CARA MAKAN PARA PEMIMPIN

badge-check


					TENTANG USIA DAN LATAR BELAKANG SERTA CARA MAKAN PARA PEMIMPIN Perbesar

Celakalah engkau negeri, kalau rajamu seorang anak muda, dan pembesar-pembesarmu pagi-pagi sudah makan! Berbahagialah engkau negeri, kalau rajamu dari kaum berbudi luhur, dan pembesar-pembesarmu makan pada waktunya untuk kekuatan dan bukan untuk mabuk!”
— Kitab PENGKHOTBAH 10: 16-17 (Alkitab Terjemahan Baru edisi kedua)
Jelas sekali ayat di atas bukan?
Bahwa usia, latar belakang dan cara makan pemimpin itu menentukan celaka tidaknya suatu negeri.
Pertama, USIA. Usia yang terlalu muda dianggap petaka bagi negeri. Sedangkan pemimpin yang berasal dari kaum berbudi luhur adalah kebahagiaan bagi sebuah negeri. Orang yang berbudi luhur itu memang tidak selalu berarti yang berusia lanjut, tetapi untuk mencapai keluhuran dibutuhkan tempaan dan pengalaman hidup. Hal itu umumnya sulit didapatkan yang masih berusia sangat muda.
Kedua, CARA MAKAN. Cara makan di sini menggambarkan seberapa banyak yang seseorang inginkan dan apa motifnya bagaimana cara mendapatkannya. Seorang pemimpin tentu boleh makan. Tetapi (1) bagaimana cara makannya, seberapa banyak yang ia makan, (2) tujuan ia makan dan (3) kapan ia makan menentukan apakah ia membawa celaka atau kebahagiaan bagi negeri yang ia pimpin.
1. Bagaimana cara makannya: apakah ia makan yang merupakan haknya atau tidak, apakah ia makan lebih daripada yang diperuntukkan baginya, itu menunjukkan apakah ia rakus atau tidak.
2. Apakah tujuan ia makan: secukupnya untuk hidup (kekuatan) atau ia makan berlebihan (“sampai mabuk”)?
3. Kapan ia makan: waktu makan seorang pemimpin juga menentukan label yang diperuntukkan baginya. Apakah di awal-awal sudah makan atau makan setelah menghasilkan. Kalau belum bikin apa-apa dia sudah makan, itu menunjukkan kerakusannya. Kalau ia makan di akhirpun masih harus dilihat apakah ia makan lebih daripada seharusnya atau tidak.
Jadi, usia dan cara makan pemimpin ternyata penting ya? Usia dan cara makan ini mempengaruhi perilaku seorang penguasa. Apakah ia disebut jahat atau tidak. Pengkhotbah 10: 5-7 berkata “Ada suatu KEJAHATAN yang kulihat di bawah matahari sebagai kekhilafan yang berasal dari seorang penguasa: Orang bodoh ditempatkan pada banyak kedudukan yang tinggi, sedangkan orang kaya menduduki tempat yang rendah. Aku melihat budak-budak menunggang kuda dan pembesar-pembesar berjalan kaki seperti budak-budak.”
Ini jelas menyangkut rekrutmen dan penempatan pejabat. Bukan the right man on the right place tapi orang-orang yang tidak kompeten yang justru dipakai. Mungkin karena mereka pendukung atau tim sukses. Ingatkah anda ada yang mirip?
Kesalahan itu yang dimaksud Pengkhotbah berkata bahwa “Lalat mati menyebabkan minya wangi peramunya berbau busuk, demikian juga sedikit kebodohan lebih berpengaruh daripada hikmat dan kehormatan.” ( Pengkhitbah 10: 1). Tukang jual parfum pun bisa bau busuk kalau lalat mati di toko parfumnya.
Maka lihatlah para pemimpin yang konon muda dan bergairah. Mereka mungkin bisa beli parfum yang mahal tapi perhatikan ada lalat mati atau tidak dalam kepemimpinan mereka. Kalau anda mampu melihat itu anda tidak akan menelan bulat-bulat kemudaan, kegantengan, kecantikan tapi anda akan memperhatikan esensi, kinerja, kebijakan dan hasil.
“Yuk selfie yuk! Hmmm bau parfumnya luar biasa.”
sumber : Facebook Matheos Viktor Messakh (13/07/25)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

WARGA JEMAAT BUKAN KUMPULAN PARA FANS (I Korintus 3:1–8)

14 June 2026 - 23:10 WITA

BERAPA SIH BIAYA MUTASI MASUK KENDARAAN PLAT LUAR?

13 June 2026 - 19:39 WITA

PROTES KENDARAAN PLAT LUAR DAN BBM BERSUBSIDI

11 June 2026 - 17:36 WITA

Trending PEMBACA MENULIS