Menu

Dark Mode
MERPATI DARI OSSU ITU TELAH TERBANG Hadapi Lonjakan Bencana, BPBD Kupang Gandeng Driver Online sebagai First Responder Lewat Program TOP Ranger 17 Mahasiswa Teologi UKAW Jalani SKL dan Collegium Pastorale di Klasis Lole Dari Sepuluh Kecamat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sebuah Pesan untuk NTT: Ketangguhan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang Kemendagri dan BNPB Tinjau KENCANA Pratama di NTT, Sepuluh Camat Terima Penghargaan atas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Pemprov NTT Sosialisasikan RAD Adaptasi Perubahan Iklim 2025–2045, Perkuat Ketahanan Daerah Menghadapi

LINGKUNGAN dan KEBENCANAAN

Pastori GMIT Jemaat Kalvari Bebalain Klasis Lobalain Butuh 80 Lembar Seng dan lata Setengah Kubik

badge-check


					Pastori GMIT Jemaat Kalvari Bebalain Klasis Lobalain Butuh 80 Lembar Seng dan lata Setengah Kubik Perbesar

Badai Seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencapai puncaknya pada tanggal 4 dan 5 April 2021 mengakibatkan banyak rumah yang rusak diterpa angin kencang atau tertimpa pohon termasuk yang dialami oleh Pdt.Yuaniken Siokain yang menempati Pastori GMIT Jemaat Kalvari Bebabain Klasis Lobalain Desa Bebalian Kabupaten Rote Ndao.

Pdt.Yuaniken menceritakan bahwa Senin, 05 April 2021 sekitar Pkl.03.00 WITA, atap dapur terangkat bersama gording dan usuk/kasau (lata – Melayu Kupang) yang mengakibatkan tembok dapur retak. Dalam keadaan yang mengerikan dan mencekam di dini hari itu, Pdt. Ike dan Suami bersama anak laki-laki berusia 2 tahun bergegas meninggalkan Pastori (Rumah Pelayan) dan menuju rumah Kepala Desa yang letaknya sekitar 100 M dari pastori. Ketika mereka meninggalkan pastori terlihat tiang teras sebelah Timur tercabut demikian juga seng di kamar tidur juga tercabut dari tempatnya.

Paginya, sesaat ketika hujan mulai reda dan tiupan angin semakin berkurang, Pdt.Ike bersama dengan suami dan Kepala Desa kembali ke pastori. Mereka mendapati bahwa teras pastori sudah tidak ada, tiang dan sengnya berpindah tempat, seng pada hampir seluruh pastori tercabut dari tempatnya dan hujan masuk merusak plafon. Keadaan yang sama juga terjadi pada dapur pastori yang juga rusak dan pintu keluarnya tertutup pohon Mahoni yang jatuh dan merusak antena parabola di pastori.

Sekembali dari melihat keadaan Pastori GMIT, Pdt. Ike bersama keluarga mengungsi ke SDN Bandu yang oleh Kepala Desa Bebalain dijadikan sementara sebagai tempat pengungsian. Pdt.Ike bersama 2 (dua) Kepala Keluarga lainnya menempati Ruang Perpustakaan, sementara warga desa lainnya yang mengungsi menempati ruang kelas lainnya.

Setidaknya untuk merehab Pastori Kalvari Bebalain yang berukuran 7 M x 5,5 M yang terdiri atas 2 kamar tidur dan 1 ruang tamu tersebut menurut Pnt.Benhil Dillak (Sekretaris Majelis Jemaat Kalvari Bebalain) dibutuhkan setidaknya 80 (delapan puluh) lembar seng, kayu lata sebanyak ½ (setengah) kubik, pasir, semen dan kebutuhan bangunan lainnya. Anggaran untuk merehap pastori bersumber dari Kas Majelis Jemaat dan tetap mengharapkan bantuan dari berbagai pihak. Bila ada pihak yang bersedia membantu bisa menghubungi Pdt.Yuaniken Siokain di nomor WA 0821 4407 8304.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Hadapi Lonjakan Bencana, BPBD Kupang Gandeng Driver Online sebagai First Responder Lewat Program TOP Ranger

25 June 2026 - 22:11 WITA

Dari Sepuluh Kecamat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sebuah Pesan untuk NTT: Ketangguhan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang

18 June 2026 - 20:30 WITA

Kemendagri dan BNPB Tinjau KENCANA Pratama di NTT, Sepuluh Camat Terima Penghargaan atas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana

18 June 2026 - 20:22 WITA

Trending LINGKUNGAN dan KEBENCANAAN