Menu

Dark Mode
NV Casino online – przegląd kasyna online i jego funkcji NV Casino online – licencja i wiarygodność kasyna Online Casino Bet-Match a Magyar Piacon – Játékszolgáltatók és Elérhető Kategóriák Real pulga o‘ynash mumkin bo‘lgan onlayn kazinolar O‘zbekistonda Vavada online casino w Polsce – metody płatności Kasino Mostbet v České republice – zákaznická podpora

PEMERINTAHAN-POLITIK-HUKUM dan HAM

Keberlanjutan Laporan Dugaan Keterlibatan Pejabat Negara dalam Bisnis PCR

badge-check

Keberlanjutan Laporan Dugaan Keterlibatan Pejabat Negara dalam Bisnis PCR Perbesar

Beberapa waktu yang lalu, Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) melaporkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan beserta Menteri BUMN Erick Thohir kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan keterlibatan keduanya dalam bisnis tes PCR.

Sebagai partai yang menolak praktik oligarki dan mendukung terbentuknya pemerintahan bersih, ada dugaan kuat kedua pejabat negara ini telah menyalahgunakan kekuasaan untuk berbisnis PCR di saat rakyat sedang bertahan hidup menghadapi pandemi covid19.

Sejak awal, tujuan PRIMA melaporkan kedua menteri ini ke KPK agar isu mengenai bisnis PCR di pusaran kekuasaan ini menjadi terang benderang, tidak simpang siur dan tidak menjadi bola liar. Apakah pelanggaran yang dilakukan oleh keduanya adalah masalah etika, penyalahgunaan wewenang, upaya gratifikasi atau justru dianggap tidak ada masalah atau pelanggaran apapun.

Untuk itu PRIMA menyerahkan persoalan ini kepada KPK sebagai salah satu lembaga negara yang memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan terhadap persoalan tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya menurut undang-undang.

Namun, hingga sejauh ini, KPK belum menyampaikan hasil tindak lanjut atas laporan dugaan keterlibatan kedua pejabat negara dalam bisnis tes PCR ini kepada publik. Padahal, beberapa waktu yang lalu saat merespon laporan PRIMA, Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan itu dan memastikan tidak akan pandang bulu dalam mengusut persoalan korupsi.

Menurut kami, sudah seharusnya KPK segera mengumumkan sejauh mana tindak lanjut laporan PRIMA tersebut dan proses penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh dua menteri tersebut. Apalagi, sudah ada pengakuan keterlibatan dalam bisnis tes PCR ini.

Tidak hanya KPK, PRIMA juga mendorong kepada pemangku kebijakan lainnya seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit terhadap kasus bisnis PCR ini.

Tidak hanya itu, sudah seharusnya DPR RI juga melakukan fungsi pengawasan dengan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menindaklanjuti persoalan ini.

Dan sesuai dengan UU 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan, Presiden juga harus segera menentukan sikap terkait persoalan ini.

Rakyat menunggu tindakan kongkrit KPK dan lembaga negara lainnya, agar persoalan ini segera terang benderang, pemerintahan bersih bisa terwujud dan kewibawaan pemerintah bisa tetap tegak.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi bangsa kita.

Konferensi Pers PRIMA

Jakarta, 16 November 2021

Ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PRIMA Alif Kamal dan diketahui oleh Ketua Umum Agus Jabo Priyono dan Sekretaris Jendral Oktavianus

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

Badan Kehormatan DPRD TTU Diminta Segera Menuntaskan Penanganan Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD dalam Kasus Intimidasi terhadap dr. Icha Pakaenoni

24 July 2026 - 07:50 WITA

Bupati Rote Ndao Fokus Perkuat Ketahanan Pangan, Kolaborasi Pembangunan, dan Pemberdayaan Generasi Muda

21 July 2026 - 23:34 WITA

Bupati Rote Ndao Tinjau Gudang Bulog, Dorong Peningkatan Penyerapan Gabah dan Status Bulog Rote Ndao

21 July 2026 - 22:59 WITA

Trending PEMERINTAHAN-POLITIK-HUKUM dan HAM