Menu

Dark Mode
Ombudsman NTT Audiensi dengan Bupati Kupang, Bahas Pengawasan Layanan Publik dan Pungutan Uji Kendaraan OMBUDSMAN NTT MENEMUI BUPATI KUPANG Ombudsman NTT Temukan Masalah Layanan Uji Kendaraan di Kabupaten Kupang Mateldius Sanam Resmi Dilantik Jadi Sekda Definitif Kabupaten Kupang Gubernur NTT Terbitkan Pergub Baru Tata Niaga Sapi, Berat Minimal Sapi Antar Pulau Direvisi KUNJUNGAN TANPA PEMBERITAHUAN KE KANTOR PENGUJIAN KENDARAAN KABUPATEN KUPANG

Kolom

SABTU PENGHARAPAN Dan Spiritualitas TIDAK SEORANGPUN BOLEH DIABAIKAN

badge-check


					SABTU PENGHARAPAN Dan Spiritualitas TIDAK SEORANGPUN BOLEH DIABAIKAN Perbesar

Narasi Alkitab tentang Sabtu Pengharapan, yang juga sering disebut sebagai Sabtu Suci, Sabtu Sunyi bahkan Sabtu Hitam, adalah masa antara Kematian Kristus pada Jumat Agung dengan Kebangkitan pada Paskah.

Dalam narasi alkitabiah tersebut, walau tidak banyak disaksikan; masa antara Kematian Kristus menuju Paskah adalah masa dimana para murid berada pada saat-saat krisis. Krisis atas keyakinan bahwa Kristus akan bangkit pada hari ketiga sebagaimana pernah dinyatakanNya pada murid-muridNya. Krisis iman atas kebangkitan tersebut telah membawa para murid berada dalam ketakutan dan kekuatiran menatap masa depan tanpa kebersamaan dengan Sang Guru. Itu mengapa Alkitab menyaksikan bahwa para murid bersembunyi dan mengurung diri di rumah persembunyian (Yoh. 20:19).

Dalam tradisi gerejawi dari masa ke masa, Sabtu Suci dirayakan dengan melakukan refleksi atas kematian dan Kebangkitan Kristus sebagai jalan keselamatan. Sabtu Suci adalah Sabtu Pengharapan bahwa Allah yang mati tersalib di dalam Yesus sedang melakukan karya pemulihan dan keselamatan sehingga manusia dan alam kembali kepada fitrah penciptaannya, menjadi citra Allah. Dengan masuknya Sang Putra ke dunia kematian, kehidupan yang berakhir pada nihilitas akibat dosa kini memiliki harapnnya kembali. Harapan yang akan mewujud dalam kebangkitan-Nya. Melalui Salib, penderitaan dan kematian-Nya, memungkinkan terjadinya penciptaan baru. Allah mencipta secara baru dengan merelakan Putra-Nya masuk ke dalam kematian yang disebabkan dosa manusia.

Kini, Sabtu Suci akan selalu menjadi Sabtu Pengharapan akan karya Allah. Sebagaimana Allah yang berkarya untuk pemulihan dan penebusan melalui Kematian Kristus, gereja dan kaum beriman dipanggil dan dituntut untuk memberikan harapan dan pemulihan bagi setiap wajah dan citra Allah yang telah rusak, atas kegelapan dan keserakahan yang menguasai dunia, atas ketidakadilan yang menyelubungi kehidupan, atas segala bentuk sistem dan struktur yang mengakibatkan penderitaan dan keputusasaan bagi setiap orang dan alam. Gereja dan kaum beriman melalui dan dalam spiritualitas Sabtu Pengharapan dipanggil menjadi subjek dan aktor realisasi karya Allah bagi pemulihan manusia dan dunia. Dan TIDAK SEORANGPUN YANG BOLEH DIABAIKAN dalam karya keselamatan yang dijalankan oleh gereja dan kaum beriman.

Selamat menyelami Kedalaman Panggilan dalam spiritualitas Sabtu Pengharapan.

Tuhan memberkati.
Pdt. Penrad Siagian
Rumah Gerakan Tidak Seorangpun Boleh Diabaikan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

TENTANG USIA DAN LATAR BELAKANG SERTA CARA MAKAN PARA PEMIMPIN

13 July 2025 - 15:41 WITA

Jemaat GMIT Batu Karang Kuanino Kupang teguhkan 47 orang Anggota Sidi

6 April 2025 - 09:23 WITA

“Mengapa Sepakbola Rote Ndao Kita Mati Suri dan Tertinggal dari Flores Timur?”

4 April 2025 - 17:58 WITA

Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang Meninggal

4 April 2025 - 07:59 WITA

Spiral Kekerasan dalam Peradaban

17 March 2025 - 01:03 WITA

Trending on Kolom