Menu

Dark Mode
Didukung SIAP SIAGA, 10 Kecamatan di Kupang Raih Status KENCANA Pratama KOMPLAIN LAYANAN PERINATAL/NICU RSUD LARANTUKA Membangun Tanpa Dominasi IKUT DEMO DI GEDUNG DPR Pesta Babi: Sebenarnya, siapa Babinya? BUPATI TTU DAN POTENSI KONFLIK KEPENTINGAN

LINGKUNGAN dan KEBENCANAAN

Didukung SIAP SIAGA, 10 Kecamatan di Kupang Raih Status KENCANA Pratama

badge-check


					Didukung SIAP SIAGA, 10 Kecamatan di Kupang Raih Status KENCANA Pratama Perbesar

SIARAN PERS

 

Kupang, NTT – Upaya memperkuat ketangguhan bencana di tingkat kecamatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan hasil nyata. Melalui program ujicoba yang didukung Program SIAP SIAGA bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Kabupaten Kupang, sebanyak 10 kecamatan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang berhasil meraih Status KENCANA Pratama, sebuah capaian yang memperkuat tata kelola penanggulangan bencana di tingkat lokal.

Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Drs. Petrus Seran Tahuk, didampingi Program Policy SIAP SIAGA NTT, Selvister Ndaparoka, sebagai bagian dari penguatan peran kecamatan dalam mendukung layanan dasar kebencanaan yang terhubung dengan pemerintah kabupaten/kota, desa, dan kelurahan.

Kesepuluh kecamatan ini sebelumnya telah lebih dahulu melakukan deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) dan registrasi melalui aplikasi e-KENCANA, yang menandai keikutsertaan resmi dalam Gerakan KENCANA—sebuah inisiatif Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat kapasitas kecamatan dalam mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan Bencana. Namun, deklarasi dan registrasi tersebut belum otomatis memberikan status kecakapan.

Untuk memperoleh Status KENCANA Pratama, setiap kecamatan harus memenuhi sejumlah indikator tata kelola, mulai dari pembentukan satuan tugas KENCANA, penyediaan sekretariat kerja, koordinasi berkala dengan BPBD, penyusunan rencana kerja kolaboratif, keterlibatan desa/kelurahan serta unsur non-pemerintah, hingga tersedianya data warga di wilayah rawan bencana.

Melalui Workshop Konsolidasi PIC KENCANA, para kecamatan peserta mendapat asistensi teknis intensif untuk melengkapi dokumen, melengkapi bukti dukung, serta memastikan seluruh indikator yang dipersyaratkan dapat dipenuhi.

Dalam kegiatan tersebut, materi penguatan disampaikan oleh dua narasumber utama, yakni Benny Sumitra, SE., M.M., yang membawakan materi Tanda Kecakapan dan Tata Kelola Kecamatan Tangguh Bencana, serta Maximilian Polnaya, S.STp, PIC KENCANA Nasional pada Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri.

Program Policy SIAP SIAGA NTT, Selvister Ndaparoka, menegaskan bahwa penguatan KENCANA tidak hanya menyasar aspek administratif, tetapi juga memperkuat posisi kecamatan sebagai simpul koordinasi antardesa dan antarlembaga.

“Ujicoba ini mau menguatkan kembali kecamatan supaya dapat menjembatani urusan layanan minimum yang merupakan kewenangan bersama kabupaten/kota dan kelurahan/desa,” ujar Selvister.

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis kecamatan menjadi penting karena dampak bencana sering kali tidak berhenti pada batas administratif.

“Sebuah bencana dan dampaknya seringkali melampaui batas-batas administratif; oleh karena itu kerja sama antara desa-desa bisa menjadi kekuatan yang luar biasa dan itu bisa dijembatani oleh kecamatan.”

Menurutnya, Kemendagri juga telah menyiapkan dukungan kebijakan yang konkret.

“Kemendagri telah memberi mata anggaran khusus untuk KENCANA, namun mengaktivasi dana tersebut dibutuhkan status Pratama.”

Hasilnya, 10 kecamatan di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang berhasil memperoleh Status KENCANA Pratama, yang menandai bahwa kecamatan tersebut telah memiliki kapasitas dasar tata kelola penanggulangan bencana dan kesiapsiagaan yang terstruktur.

Kesepuluh kecamatan tersebut terdiri dari:

Kota Kupang

  • Kecamatan Alak
  • Kecamatan Kelapa Lima
  • Kecamatan Oebobo
  • Kecamatan Maulafa
  • Kecamatan Kota Raja
  • Kecamatan Kota Lama

Kabupaten Kupang

  • Kecamatan Takari
  • Kecamatan Kupang Barat
  • Kecamatan Kupang Timur
  • Kecamatan Fatuleu Barat

Secara nasional, capaian ini juga cukup strategis. Dari 7.285 kecamatan di Indonesia, baru sekitar 500 kecamatan yang telah tergabung dalam Gerakan KENCANA. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan peran kecamatan dalam tata kelola kebencanaan masih terus berkembang, dan NTT kini mulai mengambil posisi penting dalam inisiatif tersebut. Di NTT sendiri dari 315 Kecamatan baru kesepuluh Kecamatan ini menjadi pelopor dalam bergabung dengan KENCANA.

Bagi pemerintah kecamatan, status Pratama bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi menjadi landasan penting untuk memperkuat fungsi koordinasi dan perencanaan pembangunan berbasis risiko bencana.

Camat Takari, Christyanto H.L. Djaranjoera, S.STP, mengatakan capaian ini akan sangat membantu kecamatan dalam menghubungkan perencanaan desa dan koordinasi lintas wilayah.

“Status ini menjadi sangat penting bagi kami di kecamatan karena fungsi kami di kecamatan lebih bersifat koordinatif sehingga dengan adanya status ini kami bisa menggunakannya untuk mengorganisir dan mengarahkan prioritas kegiatan-kegiatan perencanaan di tingkat desa. Selain itu kecamatan juga dapat melakukan koordinasi antar desa-desa yang umumnya tidak bisa dilakukan sendiri oleh desa-desa bersangkutan.”

Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi antara SIAP SIAGA, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Kabupaten Kupang, BPBD, serta Sekretariat e-KENCANA Kemendagri mampu mempercepat penguatan ketangguhan bencana dari tingkat pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

Ke depan, capaian 10 kecamatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi perluasan implementasi Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) di wilayah lain di NTT, sekaligus mendorong peningkatan status menuju jenjang berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Wakil Bupati Kupang Ikut Mengungsi Bersama Warga dalam Gladi Lapangan Kesiapsiagaan Banjir Desa Benu

23 April 2026 - 21:44 WITA

Penguatan Respon Cepat Berbasis Komunitas: SIAP SIAGA, BPBD Kota Kupang, dan Grab Gelar Training dan Simulasi bagi Top Ranger

21 April 2026 - 22:49 WITA

Ketika Sirine Berbunyi di Kampung Tou Ndao: Warga Belajar Bertindak Cepat Hadapi Cuaca Ekstrem

17 October 2025 - 20:11 WITA

Trending LINGKUNGAN dan KEBENCANAAN