Menu

Dark Mode
MERPATI DARI OSSU ITU TELAH TERBANG Hadapi Lonjakan Bencana, BPBD Kupang Gandeng Driver Online sebagai First Responder Lewat Program TOP Ranger Dari Sepuluh Kecamat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sebuah Pesan untuk NTT: Ketangguhan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang Kemendagri dan BNPB Tinjau KENCANA Pratama di NTT, Sepuluh Camat Terima Penghargaan atas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Pemprov NTT Sosialisasikan RAD Adaptasi Perubahan Iklim 2025–2045, Perkuat Ketahanan Daerah Menghadapi WARGA JEMAAT BUKAN KUMPULAN PARA FANS (I Korintus 3:1–8)

TAKLALE KLIPING dan REPORTASE

Kapan Kita Dewasa dalam Menimbang Perkara? Kasus Patung Bunda Maria dan Kesebelasan Israel

badge-check


					Kapan Kita Dewasa dalam Menimbang Perkara? Kasus Patung Bunda Maria dan Kesebelasan Israel Perbesar

Oleh: *Andre Vincent Wenas*

Memang kekanak-kanakan, bagaimana sih cara berpikir orang-orang yang mengaku dewasa di negeri ini?

Bagaimana mungkin bisa berpikir bahwa patung bisa mengubah iman seseorang. Lalu, tak lama kemudian ada kesebelasan junior, U20 (under 20 years old) dari Israel, yang mau ikut kompetisi, dimana Indonesia jadi tuan rumah, dianggap bisa mempengaruhi sikap politik luar negeri Indonesia.

Kayak anak kecil aja. Maaf.

Pemerintah saat ini mesti berurusan dengan orang-orang yang bersikap kekanak-kanakan (childish), yang berpikiran sempit dan yang sukanya mempolitisir isu-isu remeh temeh sesuai dengan selera murahan mereka.

Indonesia sudah berkali-kali menegaskan sikap politiknya terhadap Palestina. Kita selalu konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Indonesia memandang Palestina sebagai sebuah negara berdaulat penuh, dan yang berhak untuk hidup berdampingan secara damai dengan Israel.

Kita mengacu pada Pembukaan UUD 1945 yang bilang bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Nahdlatul Ulama sebagai ormas Islam terbesar di negeri ini punya sikap yang dewasa dan matang soal kehadiran Timnas U20 Israel ini. Mereka mampu untuk memisahkan antara sikap politik internasionalnya dengan urusan olahraga.

Kita sepakat dengan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama yang menganggap tak jadi soal kalau Timnas Israel itu bertandang dan bertanding di Indonesia. Kehadiran Timnas Sepakbola Israel ini sama sekali tak merugikan posisi politik Palestina.

Perhelatan Piala Dunia U-20 ini diatur FIFA, dan Indonesia sebagai tuan rumah yang baik memang sudah seharusnya taat pada peraturan serta keputusan FIFA. Israel adalah salah satu dari 24 peserta Piala Dunia U-20 pada 20 Mei dampai 11 Juni 2023 ini.

Sikap politik Indonesia tidak berubah hanya lantaran hadirnya Timnas Israel. Kita tetap mendorong dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Sesederhana ini, tak usah ribet dan mengait-ngaitkan ke perhelatan olah raga ini dengan urusan politik internasional.

Patung Bunda Maria dan Timnas Israel saat ini jadi semacam batu uji kematangan dan kedewasaan bersikap kita sebagai bangsa.

Grow up!

Jakarta, 25 Maret 2023
*Andre Vincent Wenas*, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid025tjufsxqsX1xkysVwaNT8vMLFTnQRHoNnuLbMvFZpfiBEYByQqQPGLZmyhE64htSl&id=100063819726104&mibextid=Nif5oz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

GMIT Berduka, Pdt. Emr. Marta Mariam Mauta Tutup Usia Setelah Hampir 30 Tahun Mengabdi

12 June 2026 - 15:36 WITA

Peraturan Dua Menteri Soal Pendirian Rumah Ibadah Harus Dibatalkan dan Diganti Perpres yang Menjamin Kebebasan Beribadah dan Memfasilitasi Pendirian Rumah Ibadah

2 June 2026 - 14:57 WITA

Bupati Rote Ndao Tinjau Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Rote dan Pulau Usu

1 June 2026 - 21:04 WITA

bupati-rote-ndao-tinjau-pembangunan
Trending TAKLALE KLIPING dan REPORTASE