Menu

Dark Mode
Lipstick Effect dan Myopia Rohani 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 1 Petrus 3:3-6 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙊𝙧𝙖𝙣𝙜 𝘼𝙢𝙖𝙣𝙪𝙗𝙖𝙣 Penguatan Respon Cepat Berbasis Komunitas: SIAP SIAGA, BPBD Kota Kupang, dan Grab Gelar Training dan Simulasi bagi Top Ranger Seruan PGI. “Hentikan Kekerasan Bersenjata: Nyawa Warga Sipil Papua Tak Ternilai Harganya” SEKELUMIT CERITERA DARI PROGRAM “SELAMATKAN ORANG MUDA” KABUPATEN FLORES TIMUR Liverpool Menang Dramatis 2-1 atas Everton di Derby Merseyside

LINGKUNGAN dan KEBENCANAAN

Penguatan Respon Cepat Berbasis Komunitas: SIAP SIAGA, BPBD Kota Kupang, dan Grab Gelar Training dan Simulasi bagi Top Ranger

badge-check


					Penguatan Respon Cepat Berbasis Komunitas: SIAP SIAGA, BPBD Kota Kupang, dan Grab Gelar Training dan Simulasi bagi Top Ranger Perbesar

PRESS RELEASE

 

Kupang, 21 April 2026 — Program SIAP SIAGA bekerja sama dengan BPBD Kota Kupang dan Grab menyelenggarakan kegiatan Training dan Simulasi Ruang SOP bagi Top Ranger Kota Kupang di Podium Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas respon cepat berbasis komunitas melalui pelibatan mitra pengemudi transportasi daring sebagai relawan penolong pertama dalam situasi darurat.

Assistant Program Manager pada The Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Yiyik Putri, menyampaikan bahwa Pemerintah Australia melalui DFAT mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai langkah inovatif dalam memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat.

“Melibatkan rekan-rekan pengemudi Grab sebagai respons pertama di lapangan adalah sebuah terobosan strategis. Dalam situasi darurat, kecepatan respons pada menit-menit pertama seringkali menjadi faktor penentu keselamatan jiwa,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penguatan sistem kesiapsiagaan perlu memastikan keterlibatan kelompok rentan.

“Ketangguhan tidak hanya tentang sistem komunikasi atau evakuasi saja, tetapi juga memastikan kelompok paling rentan seperti penyandang disabilitas dan lansia dapat dilibatkan dan dilayani dengan lebih baik pada saat krisis.”

Team Leader SIAP SIAGA, Lucy Dickinson, menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun sistem kesiapsiagaan kota.

“Menghadapi tantangan bencana di Kota Kupang, pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendirian. Kehadiran transportasi daring seperti Grab merupakan bukti nyata kontribusi sektor swasta sebagai pilar pentahelix.”

Ia juga menyampaikan bahwa melalui inisiatif Top Ranger, para pengemudi menjadi bagian penting dari sistem respon awal kota. Top Ranger adalah sebutan untuk kelompok pengemudi transportasi online yang dilibatkan untuk menangani bencana. Top Ranger adalah singkatan dari Transportasi Online Peduli Penanganan Bencana Terintegrasi merupakan solusi kolaboratif yang digagas BPBD Kota Kupang untuk menjawab tantangan keterbatasan SDM dalam penanganan bencana.

“Dengan mobilitas 24 jam, rekan-rekan pengemudi adalah garda terdepan untuk mengawal kecepatan respons di menit-menit kritis.”

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Ernest S. Ludji, M.Si  menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara pemerintah kota, SIAP SIAGA, Grab, dan para mitra lainnya.

“Teman-teman Grab adalah pihak yang terlebih dahulu mendeteksi ketika ada kejadian di lapangan. Karena itu keterlibatan mereka dalam simulasi ini sangat penting agar kita memahami bersama peran masing-masing di menit-menit kritis.”

Kegiatan ini diikuti 15 pengemudi transportasi daring dari Grab dan anggota kelompok disabilitas PERTUNI. Pada sesi pertama, peserta mendapat pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) dari pengajar Politeknik Kesehatan Kupang, Dominggos Gonsalves. RJP merupakan tindakan pertolongan pertama darurat pada korban henti napas dan henti jantung mendadak untuk memulihkan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah ke organ vital, terutama otak, melalui kompresi dada dan napas buatan. Tindakan ini perlu segera dilakukan untuk mencegah kerusakan otak atau kematian.

Sesi kedua diisi pelatihan teknik pemindahan darurat korban, termasuk penanganan kebutuhan penyandang disabilitas, oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Kupang. Sesi ketiga berupa simulasi SOP Sistem Peringatan Dini Inklusi dan SOP laporan kejadian bencana yang melibatkan para pengemudi daring dengan memanfaatkan aplikasi Lapor Cepat yang disiapkan BPBD Provinsi NTT.

Ernest juga menyampaikan bahwa pelatihan ini awalnya diperuntukan bagi pengemudi daring yang sangat aktif dalam layanan mereka dan akan diperluas secara bertahap kepada lebih banyak mitra pengemudi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional 2026, sekaligus upaya memperkuat implementasi SOP sistem peringatan dini inklusif dan SOP pelaporan kejadian bencana di tingkat kota.

Simulasi yang dilakukan berlangsung dengan baik dan menunjukkan partisipasi aktif para mitra pengemudi Grab dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan praktik lapangan.

Program SIAP SIAGA merupakan kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang mendukung penguatan pengelolaan risiko bencana di tingkat nasional dan daerah.

-SELESAI-

 

(sumber foto : SIAP SIAGA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Ketika Sirine Berbunyi di Kampung Tou Ndao: Warga Belajar Bertindak Cepat Hadapi Cuaca Ekstrem

17 October 2025 - 20:11 WITA

Pemkab Rote Ndao dan SIAP SIAGA NTT Gelar Workshop, Gladi Ruang, dan Gladi Lapangan Rencana Kontinjensi Cuaca Ekstrem

15 October 2025 - 18:02 WITA

Gelar Aksi di Jembatan Barito. WALHI Kalsel dan WALHI Kalteng Serukan Hentikan Deforestasi Tambang Batubara

5 June 2025 - 15:12 WITA

Aksi Bentang Spanduk dilakukan oleh 2 Region ED WALHI Kalteng dan Kalsel (1/6) di Jembatan Barito. Aksi ini menyerukan untuk Hentikan Deforestasi dan Save Meratus serta #Endcoal dari aktivitas industri Pertambangan Batubara di 2 Region.
Trending LINGKUNGAN dan KEBENCANAAN