Menu

Dark Mode
MERPATI DARI OSSU ITU TELAH TERBANG Hadapi Lonjakan Bencana, BPBD Kupang Gandeng Driver Online sebagai First Responder Lewat Program TOP Ranger Dari Sepuluh Kecamat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sebuah Pesan untuk NTT: Ketangguhan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang Kemendagri dan BNPB Tinjau KENCANA Pratama di NTT, Sepuluh Camat Terima Penghargaan atas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Pemprov NTT Sosialisasikan RAD Adaptasi Perubahan Iklim 2025–2045, Perkuat Ketahanan Daerah Menghadapi WARGA JEMAAT BUKAN KUMPULAN PARA FANS (I Korintus 3:1–8)

PEMERINTAHAN-POLITIK-HUKUM dan HAM

PGI Mengecam Teror dan Kekerasan terhadap Penggiat Hak Asasi Manusia

badge-check


					PGI Mengecam Teror dan Kekerasan terhadap Penggiat Hak Asasi Manusia Perbesar

SIARAN PERS

JAKARTA, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam dan kemarahan moral atas tindakan penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), oleh orang tak dikenal pada 13 Maret 2026.

PGI menilai bahwa serangan, intimidasi, maupun pembungkaman terhadap siapa pun yang membela martabat manusia tidak dapat dibenarkan atas alasan apa pun. Kekerasan semacam ini merusak fondasi demokrasi, mengancam ruang kebebasan sipil, dan menebarkan ketakutan di tengah masyarakat.

PGI meminta pemerintah menegakkan kewajibannya untuk memastikan bahwa setiap warga memiliki hak untuk bersuara dan menyampaikan kebenaran tanpa rasa takut diteror atau diintimidasi. Sehubungan dengan itu, PGI mendesak Presiden untuk memerintahkan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia agar mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan, cepat, dan akuntabel, tanpa pengecualian dan tanpa intervensi pihak mana pun.

PGI juga mendesak pemerintah untuk menegakkan hukum dan memastikan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar kekerasan serupa tidak terulang di masa mendatang. PGI meminta pemerintah menjamin perlindungan bagi para penggiat HAM, termasuk saksi dan keluarga korban, serta pemulihan menyeluruh terhadap korban agar ia dapat melanjutkan kerja kemanusiaan tanpa ancaman.

 

Akhirnya, PGI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama, menolak kekerasan, dan menjaga ruang demokrasi tetap hidup.

Jakarta, 13 Maret 2026

 

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Ketua Umum PGI)

Pdt. Darwin Darmawan (Sekretaris Umum PGI)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Bupati Rote Ndao Terima Paparan TBUPP, Hadiri Panen Sorgum hingga Bahas Pendidikan Bersama Mitra Strategis

11 June 2026 - 23:53 WITA

Festival Keluarga Malole Dorong Peran Orang Tua dalam Membangun Generasi Berkualitas di Rote Ndao

9 June 2026 - 22:56 WITA

PERNYATAAN SIKAP PGI ATAS PEMBUBARAN KEGIATAN PERKEMAHAN ANAK DAN REMAJA JMAI DI TAWANGMANGU, JAWA TENGAH

9 June 2026 - 21:42 WITA

Trending PEMERINTAHAN-POLITIK-HUKUM dan HAM