Narasi Alkitab tentang Sabtu Pengharapan, yang juga sering disebut sebagai Sabtu Suci, Sabtu Sunyi bahkan Sabtu Hitam, adalah masa antara Kematian Kristus pada Jumat Agung dengan Kebangkitan pada Paskah.

Dalam narasi alkitabiah tersebut, walau tidak banyak disaksikan; masa antara Kematian Kristus menuju Paskah adalah masa dimana para murid berada pada saat-saat krisis. Krisis atas keyakinan bahwa Kristus akan bangkit pada hari ketiga sebagaimana pernah dinyatakanNya pada murid-muridNya. Krisis iman atas kebangkitan tersebut telah membawa para murid berada dalam ketakutan dan kekuatiran menatap masa depan tanpa kebersamaan dengan Sang Guru. Itu mengapa Alkitab menyaksikan bahwa para murid bersembunyi dan mengurung diri di rumah persembunyian (Yoh. 20:19).
Dalam tradisi gerejawi dari masa ke masa, Sabtu Suci dirayakan dengan melakukan refleksi atas kematian dan Kebangkitan Kristus sebagai jalan keselamatan. Sabtu Suci adalah Sabtu Pengharapan bahwa Allah yang mati tersalib di dalam Yesus sedang melakukan karya pemulihan dan keselamatan sehingga manusia dan alam kembali kepada fitrah penciptaannya, menjadi citra Allah. Dengan masuknya Sang Putra ke dunia kematian, kehidupan yang berakhir pada nihilitas akibat dosa kini memiliki harapnnya kembali. Harapan yang akan mewujud dalam kebangkitan-Nya. Melalui Salib, penderitaan dan kematian-Nya, memungkinkan terjadinya penciptaan baru. Allah mencipta secara baru dengan merelakan Putra-Nya masuk ke dalam kematian yang disebabkan dosa manusia.
Kini, Sabtu Suci akan selalu menjadi Sabtu Pengharapan akan karya Allah. Sebagaimana Allah yang berkarya untuk pemulihan dan penebusan melalui Kematian Kristus, gereja dan kaum beriman dipanggil dan dituntut untuk memberikan harapan dan pemulihan bagi setiap wajah dan citra Allah yang telah rusak, atas kegelapan dan keserakahan yang menguasai dunia, atas ketidakadilan yang menyelubungi kehidupan, atas segala bentuk sistem dan struktur yang mengakibatkan penderitaan dan keputusasaan bagi setiap orang dan alam. Gereja dan kaum beriman melalui dan dalam spiritualitas Sabtu Pengharapan dipanggil menjadi subjek dan aktor realisasi karya Allah bagi pemulihan manusia dan dunia. Dan TIDAK SEORANGPUN YANG BOLEH DIABAIKAN dalam karya keselamatan yang dijalankan oleh gereja dan kaum beriman.
Selamat menyelami Kedalaman Panggilan dalam spiritualitas Sabtu Pengharapan.
Tuhan memberkati.
Pdt. Penrad Siagian
Rumah Gerakan Tidak Seorangpun Boleh Diabaikan