Menu

Dark Mode
MERPATI DARI OSSU ITU TELAH TERBANG Hadapi Lonjakan Bencana, BPBD Kupang Gandeng Driver Online sebagai First Responder Lewat Program TOP Ranger Dari Sepuluh Kecamat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sebuah Pesan untuk NTT: Ketangguhan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang Kemendagri dan BNPB Tinjau KENCANA Pratama di NTT, Sepuluh Camat Terima Penghargaan atas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Pemprov NTT Sosialisasikan RAD Adaptasi Perubahan Iklim 2025–2045, Perkuat Ketahanan Daerah Menghadapi WARGA JEMAAT BUKAN KUMPULAN PARA FANS (I Korintus 3:1–8)

PEMERINTAHAN-POLITIK-HUKUM dan HAM

SURVEI SMRC: HAMPIR SEMUA TOKOH PARTAI SANGAT LEMAH DI PEMILIH KRITIS

badge-check


					SURVEI SMRC: HAMPIR SEMUA TOKOH PARTAI SANGAT LEMAH DI PEMILIH KRITIS Perbesar

Siaran Pers 4
SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC)

Jakarta, 28 Februari 2022

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, selain Prabowo Subianto, semua tokoh partai sangat kurang mendapat dukungan dari pemilih kritis.

Temuan itu disampaikan Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, saat mempresentasikan hasil survei SMRC bertajuk “Kecenderungan Pilihan Presiden Pemilih Kritis Nasional” yang dirilis melalui kanal YouTube SMRC TV pada 28 Februari 2022 di Jakarta.

Video presentasi temuan survei bisa disimak di sini: https://youtu.be/EWjfhfQgLpU

Untuk mempelajari kecenderungan pilihan pada kelompok pemilih kritis, SMRC melakukan serangkaian survei nasional melalui telepon dan diupdate terakhir pada 8-10 Februari 2022. Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone. Dalam survei terakhir (8-10 Februari 2022), sampel sebanyak 1268 responden dipilih secara acak dari populasi tersebut dengan metode double sampling dan random digit dialing. Wawancara dengan responden dilakukan melalui telepon oleh pewawancara yang terlatih. Margin of error survei diperkirakan +/- 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Survei telepon sebelumnya dilakukan secara rutin setiap minggu dalam dua tahun terakhir.

Deni menjelaskan, pemilih yang memiliki telepon/cellphone merupakan indikasi kelompok pemilih kritis. Mereka cenderung punya kesempatan lebih besar untuk mendapat informasi sosial-politik dibanding yang tidak punya telepon/cellphone, dan karena itu kritis dalam menilai berbagai persoalan. Jumlah pemilih kritis dengan indikasi pemilik telepon/cellphone sekitar 72% dari populasi pemilih nasional. Pemilih kritis umumnya berasal dari kelompok warga di perkotaan, berpendidikan lebih tinggi, dan memiliki ketertarikan terhadap masalah politik.

Menurut Deni, dari berbagai simulasi diketahui bahwa dukungan kelompok pemilih kritis kepada tokoh-tokoh inti atau pemimpin-pemimpin partai pada umumnya sangat lemah.

Dalam jawaban spontan, pemimpin atau elit inti partai yang mendapat dukungan paling tinggi dari kelompok pemilih kritis adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (10,4%). Sementara pimpinan atau elit inti pada partai-partai lain hanya mendapat dukungan di bawah 2%. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hanya mendapat dukungan 1,2% di kelompok pemilih kritis. Selanjutnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharami mendapat dukungan 0,6%; Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 0,3%; Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha 0,1%; Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoeseodibjo 0,1%; dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 0,1%.

Lalu, dalam simulasi semi terbuka dengan daftar 29 nama, di antara para pemimpin atau elit inti partai, yang mendapat dukungan paling tinggi dari pemilih kritis adalah Prabowo Subianto (13,7%). Sementara pemimpin atau elit inti partai lainnya hanya mendapat dukungan di bawah 3%. AHY hanya mendapat dukungan 2,6%. Selanjutnya, Puan 1,1%; Airlangga 0,4%; Hary 0,4%; Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan 0,2%; Muhaimin 0,1%; dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh 0,1%.

Tokoh-tokoh partai lainnya seperti Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra, dan Presiden PKS Ahmad Syaiku, masing-masing mendapat dukungan 0,0%.

“Kalau yang bersaing dalam pemilihan presiden hanya pimpinan-pimpinan partai, yang berpeluang paling besar adalah Prabowo,” ujar Deni.

Akhir Siaran Pers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Bupati Rote Ndao Terima Paparan TBUPP, Hadiri Panen Sorgum hingga Bahas Pendidikan Bersama Mitra Strategis

11 June 2026 - 23:53 WITA

Festival Keluarga Malole Dorong Peran Orang Tua dalam Membangun Generasi Berkualitas di Rote Ndao

9 June 2026 - 22:56 WITA

PERNYATAAN SIKAP PGI ATAS PEMBUBARAN KEGIATAN PERKEMAHAN ANAK DAN REMAJA JMAI DI TAWANGMANGU, JAWA TENGAH

9 June 2026 - 21:42 WITA

Trending PEMERINTAHAN-POLITIK-HUKUM dan HAM