Menu

Dark Mode
RUMAH SAKIT PRATAMA AMFOANG DAN PROTES MAHASISWA UANG PERPISAHAN SEKOLAH RAMAI-RAMAI DIKEMBALIKAN SDI SIKUMANA 3 KEMBALIKAN UANG PERPISAHAN Didukung SIAP SIAGA, 10 Kecamatan di Kupang Raih Status KENCANA Pratama ERNEST LUDJI DAN TATA KELOLA DINAS PENDIDIKAN KOTA KUPANG *Paracletic Church* ‘The Church Amidst the People’s Bitterness’

PEMBACA MENULIS

*Paracletic Community* ‘Gereja di tengah Kegetiran Rakyat’

badge-check


					*Paracletic Community* ‘Gereja di tengah Kegetiran Rakyat’ Perbesar

oleh : Albertus M. Patty
Konon, kita hidup di zaman pembangunan. Jalan dibangun, proyek strategis diumumkan, angka-angka dipamerkan, dan pidato tentang kemajuan diperdengarkan seperti lagu wajib sebelum tidur.
Anehnya, di banyak rumah, orang menahan nafas sambil menghitung harga kebutuhan pokok yang meroket, cicilan yang tertunda, dan lowongan kerja yang makin sulit ditemukan. Di tempat lain, petani menatap tanah leluhurnya dengan bingung: kemarin sawah, hari ini patok proyek. Hutan yang selama ratusan tahun menjadi ibu yang memberi makan tiba-tiba berubah nama menjadi “kawasan strategis.”
Rupanya, dalam kamus modern, kehilangan rumah bisa disebut investasi, dan kehilangan tanah bisa dinamai masa depan.
*Parakletos*
Di tengah dunia seperti ini, kata-kata Yesus tentang Roh Kudus terdengar tidak biasa. Ia menyebut Roh Kudus sebagai Parakletos—Dia yang dipanggil untuk berdiri di sampingmu. Allah yang hadir mendampingimu (Yoh. 14:16).
Lucu juga membayangkan kalau hari ini Roh Kudus mengikuti logika birokrasi kita maka yang terjadi adalah seperti ini. Ketika rakyat kecil datang dengan kecemasan karena anaknya menganggur, harga sembako naik, atau tanahnya digusur, Roh Kudus akan menjawab: “Mohon isi formulir dulu, lampirkan fotokopi penderitaan, lalu tunggu proses verifikasi enam bulan.” Untunglah Injil tidak berbicara tentang Roh Kudus sebagai petugas administrasi surga.
Parakletos berarti Allah yang datang mendekat. Bukan Allah yang apatis dan tidak mau tahu penderitaan manusia. Bukan juga Allah yang berkata dari kejauhan, “Semoga beruntung.” Sebaliknya, Allah yang hadir dan berdiri tepat di sisi orang takut, cemas, frustrasi, dan hampir kehilangan harapan.
Ketika para murid bersembunyi di ruang terkunci karena takut, Yesus tidak memarahi mereka karena kurang iman. Ia hadir. Ia menemani dan mendampingi. Ia berkata: “Damai sejahtera bagi kamu.” Lalu Roh dihembuskan. Artinya sederhana tetapi radikal: sebelum menyuruh orang agar tetap kuat, Tuhan terlebih dahulu menemani orang yang rapuh.
Masalahnya, gereja kadang lebih suka menjadi gedung yang nyaman daripada komunitas yang menemani. Kita begitu pandai berbicara tentang Roh Kudus sebagai api surgawi, tetapi kurang tertarik menjadi bahu tempat orang menangis. Roh dibicarakan dengan bahasa spektakuler, tetapi tetangga yang kehilangan pekerjaan dibiarkan menghadapi ketakutannya sendirian.
*Menjadi Paracletic Community*
Gereja hari ini perlu bertobat dari godaan menjadi exclusive spiritual club menuju paracletic community, yaitu komunitas yang berdiri di samping mereka yang hidupnya retak, remuk, gelisah dan frustrasi.
Wahai, ingatlah ini: gereja parakletik bukanlah gereja yang paling megah, melainkan gereja yang hadir. Hadir di rumah warga yang terancam penggusuran. Hadir bagi keluarga yang bingung membayar sekolah anak. Hadir di tengah petani dan masyarakat adat yang kehilangan tanah dan hutannya. Hadir bagi mereka yang cemas menghadapi masa depan ekonomi.
Ternyata, Roh Kudus bukan terutama membuat orang berbahasa lidah yang tidak dipahami banyak orang, tetapi justru membuat orang mampu berbicara dalam bahasa penderitaan sesamanya.
Oleh karena itu, di tengah multiple krisis bangsa ini, mukjizat terbesar Roh Kudus bukan membuat gereja semakin ramai berteriak “Haleluya,” melainkan membuat gereja cukup berani berkata kepada rakyat yang gemetar:
*“Kami ada di sini. Kami akan berjalan bersamamu. Engkau tidak sendirian.”*
Itulah Parakletos. Allah yang hadir mendampingimu. Dan gereja? Ia dipanggil menggemakan kehadiran Allah yang mendampingi dan membela mereka yang rapuh.
Bandung,
23 Mei 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

RUMAH SAKIT PRATAMA AMFOANG DAN PROTES MAHASISWA

29 May 2026 - 17:46 WITA

UANG PERPISAHAN SEKOLAH RAMAI-RAMAI DIKEMBALIKAN

28 May 2026 - 17:48 WITA

SDI SIKUMANA 3 KEMBALIKAN UANG PERPISAHAN

27 May 2026 - 07:53 WITA

Trending PEMBACA MENULIS