Menu

Dark Mode
USAI SUDAH URUSAN UANG PAMIT DAN CENDERAMATA DI SEKOLAH RUMAH SAKIT PRATAMA AMFOANG DAN PROTES MAHASISWA UANG PERPISAHAN SEKOLAH RAMAI-RAMAI DIKEMBALIKAN SDI SIKUMANA 3 KEMBALIKAN UANG PERPISAHAN Didukung SIAP SIAGA, 10 Kecamatan di Kupang Raih Status KENCANA Pratama ERNEST LUDJI DAN TATA KELOLA DINAS PENDIDIKAN KOTA KUPANG

PEMBACA MENULIS

USAI SUDAH URUSAN UANG PAMIT DAN CENDERAMATA DI SEKOLAH

badge-check


					USAI SUDAH URUSAN UANG PAMIT DAN CENDERAMATA DI SEKOLAH Perbesar

(Catatan: Darius Beda Daton)
Pukul 24.29 WITA tengah malam menuju dinihari, saya menerima pesan WhatsApp dari Kadis Pendidikan Kota Kupang, Ernest Ludji. Rupanya beliau masih bekerja tengah malam. Padahal hari libur pula. Kebetulan saya juga belum tidur. Jadilah Kami diskusi tengah malam menuju dinihari. Kami saling berkoordinasi terkait tindak lanjut keluhan para orang tua terkait pengembalian biaya perpisahan dan cenderamata di berbagai sekolah di Kota Kupang. Kali ini giliran SDN Nasipanaf, SDN Bertingkat Naikoten dan SDI Oeba 2 yang sepakat mengembalikan biaya perpisahan dan cenderamata ke orang tua. Foto dan video pengembalian biaya beliau share sebagai bukti dukung tindak lanjut. Ini keluhan terakhir yang ditindaklanjuti dinas. Selama tiga hari ini, kami saling koordinasi terkait tindak lanjut sekolah terhadap instruksi dinas pendidikan untuk tidak melakukan pungutan uang pamit atau perpisahan di 8 sekolah yang dikeluhkan. Dengan demikian tugas dinas untuk tindak lanjut keluhan telah selesai.
***
Sebagai ucapan terima kasih dan dukungan, saya mengirim pesan kepada kadis pendidikan demikian: ” Kami menyampaikan terima kasih banyak atas kerja sama dan koordinasi yang baik selama 3 hari ini sehingga seluruh keluhan warga dapat diselesaikan dengan baik, tanpa riak-riak berarti. Untuk itu kami terus mendukung semua upaya bapak selaku kadis pendidikan Kota Kupang untuk membenahi layanan bidang pendidikan baik di dinas ataupun sekolah. Kami percaya Pak Kadis mampu memperbaiki tata kelola sehingga menjadi lebih baik lagi. Kami doakan terus sehat dan menjadi berkat bagi para orang tua dan peserta didik yg selama ini menangis tapi tak ada yang mendengar. Kali ini jeritan mereka terdengar. Mereka sangat terbantu. Sehat selalu dan tetap semangat melayani”. Diskusi kami berakhir menjelang Pukul 01.00 WITA.
***
Sekali lagi, pesan dari ceritera ini sangat kuat. Bukan sekedar sekolah mengembalikan uang kepada orang tua. Tidak hanya itu. Uang dikembalikan, sekolah mendapat image positif bahwa tidak ada pungutan dan pemerintah Kota Kupang khususnya dinas pendidikan semakin dipercaya publik. Sebab pendidikan dasar tanpa pungutan itu diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Pendidikan Dasar. Pada intinya, satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya. Kali ini, pemerintah benar-benar hadir dalam mengatasi permasalahan warga. Bukan sekedar say hello dan senyam senyum menggunting pita serta mengikuti kegiatan seremonial belaka. Atau sibuk hanya untuk melayani kunjungan pejabat pusat ke daerah. Itu pesan pentingnya. Sebab berulang kali saya sampaikan bahwa institusi pendidikan itu penjaga moral. Dinas pendidikan dan sekolah itu harus lebih baik dari instansi lain.
***
Ceritera ini juga tentang bagaimana pikiran dan tindakan seorang kepala dinas selaku pejabat publik sejalan. Bukan sebaliknya yang sering terjadi; bicara lain, regulasinya lain dan eksekusinya lain lagi. Tergantung kepentingan. Ingat, cara paling mudah menilai pemimpin adalah dari tanggung jawabnya. Bukan dari seberapa pintar dia bicara atau seberapa sibuk dia terlihat. Tapi bagaimana dia menyelesaikan tugas yg diberikan kepadanya. Apakah diselesaikan sampai tuntas ataukah hanya setengah jalan. Apakah dia mencari solusi atau mencari alasan. Karena tanggung jawab menunjukan karakter. Karakter menunjukan apakah dia bisa dipercaya atau tidak. Dan kepercayaan tidak dibangun dari kata-kata melainkan dari tanggung jawab yang dia kerjakan. Itulah yang sudah dilaksanakan Pak Ernest dan dinas pendidikan untuk menyelesaikan keluhan warga selama beberapa hari ini.
***
Terima kasih kepada Pak Ernest Ludji dan dinas pendidikan Kota Kupang, para Kepala Sekolah SDI Sikumana 3, SMPN 2, SDI Liliba, SDI Oetete 2, SDN Belo, SDN Nasipanaf, SD Bertingkat Naikoten dan SDI Oeba 2 dan semua sekolah SD dah SMP yang dengan itikad baik mengembalikan pungutan uang pamit/perpisahan dan cenderamata. Tak lupa, terima kasih kami sampaikan kepada para orang tua yang telah menyampaikan keluhan ini. Dengan menyampaikan keluhan, anda telah ikut berpartisipasi memperbaiki layanan dinas pendidikan dan sekolah agar menjadi lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

RUMAH SAKIT PRATAMA AMFOANG DAN PROTES MAHASISWA

29 May 2026 - 17:46 WITA

UANG PERPISAHAN SEKOLAH RAMAI-RAMAI DIKEMBALIKAN

28 May 2026 - 17:48 WITA

SDI SIKUMANA 3 KEMBALIKAN UANG PERPISAHAN

27 May 2026 - 07:53 WITA

Trending PEMBACA MENULIS