(Catatan: Darius Beda Daton)
Tulisan singkat saya kemarin tentang Ernest Ludji dan tata kelola dinas pendidikan mendapat respon yang luar biasa dari warga. Dalam waktu 24 jam, tulisan itu sudah dilihat hampir 100 ribu orang. Saya mencermati seluruh saran, masukan dan beberapa keluhan yang disampaikan warga dalam postingan itu, utamanya terkait pungutan pendidikan SD dan SMP yang menjadi wewenang Pemkot Kupang.
***
Beberapa komentar bernada protes mengatakan demikian: “Kebijakan dinas pendidikan melarang pungutan uang pamit, cenderamata dll itu sudah terlambat pak. Pungutan sudah dilakukan. Mau diapakan”. Lalu muncul beberapa pesan messenger menyampaikan demikian; “Bapak Darius, tolong bantu suarakan bahwa ada pungutan uang sebesar Rp 100.000 untuk siswa kelas 6 yg akan tamat di SD Inpres 3 Sikumana. Katanya uang tersebut di gunakan untuk beli cenderamata untuk para guru dan juga buat syukuran. Ada orang tua menolak karena merasa terbebani sebab rata-rata penghasilan mereka dari berkebun. Mohon teruskan ke Dinas Pendidikan”. Tidak hanya itu. Seorang warga juga mengeluhkan pungutan di SMPN 2 Kota Kupang sebesar Rp 160.000 untuk uang perpisahan. Menerima keluhan itu, saya mohon waktu ke warga untuk meneruskan ke Kadis Pendidikan agar dicek. Seperti biasa, keluhan warga di dua sekolah itu saya teruskan ke Pak Kadis Pendidikan.
***
Mau tahu, apa respon Pak Kadis Pendidikan sesudah menerima keluhan para orang tua? Hanya dalam waktu beberapa jam saja, saya sudah menerima pesan ucapan terima kasih dari orang tua SDI Sikumana 3 demikian; “Terima kasih bapak. Kepala Sekolah SD Inpres 3 Sikumana barusan dihubungi oleh Plt Kadis Pendidikan Kota kupang untuk segera mengembalikan semua pungutan sebesar Rp 100.000 kepada org tua siswa kelas 6. Tolong sampaikan terima kasih banyak atas bantuan Kepala Dinas Pendidikan”. Lalu pada sore harinya, saya sudah menerima tanggapan dari Pak Kadis, lengkap dengan berita acara pengembalian uang dan foto-foto penyerahan uang dari sekolah ke orang tua. Respon cepat dan keluhan itu selesai dalam waktu kurang dari 1 hari.
***
Pesan dari ceritera ini sangat kuat. Bukan sekedar sekolah mengembalikan uang orang tua. Tidak hanya itu. Uang dikembalikan, sekolah mendapat image positif dan pemerintah Kota Kupang khususnya dinas pendidikan semakin dipercaya publik. Bahwa pemerintah benar-benar hadir dalam mengatasi permasalahan warga. Bukan sekedar say hello dan senyam senyum menggunting pita serta mengikuti kegiatan seremonial belaka. Atau terlihat sibuk hanya untuk melayani kunjungan pejabat pusat ke daerah. Itu pesan pentingnya. Sebab berulang kali saya sampaikan bahwa institusi pendidikan itu penjaga moral. Dinas pendidikan dan sekolah itu harus lebih baik dari instansi lain.
***
Ceritera ini juga tentang bagaimana pikiran dan tindakan seorang kepala dinas selaku pejabat publik sejalan. Bukan sebaliknya yang sering terjadi; bicara lain, regulasinya lain dan eksekusinya lain lagi. Tergantung kepentingan. Cara paling mudah menilai pemimpin adalah dari tanggung jawabnya. Bukan dari seberapa pintar dia bicara atau seberapa sibuk dia terlihat. Tapi bagaimana dia menyelesaikan tugas yg diberikan kepadanya. Apakah diselesaikan sampai tuntas ataukah hanya setengah jalan. Apakah dia mencari solusi atau mencari alasan. Karena tanggung jawab menunjukan karakter. Karakter menunjukan apakah dia bisa dipercaya atau tidak. Dan kepercayaan tidak dibangun dari kata-kata melainkan dari tanggung jawab yang dia kerjakan. Itulah yang sudah dilaksanakan Pak Ernest dan dinas pendidikan untuk menyelesaikan keluhan klasik warga di bidang pendidikan.
***
Sebagai penutup, saya mengutip pesan Ignatius Jonan (CEO KAI 2009-2014) dalam suatu kesempatan. Kata Pak Jonan demikian : “Pemimpin itu melakukan eksekusi kebijakan dan strategi. Pemimpin itu kalau hanya omong saja, begini begitu. Saya tidak tertarik. Menurut saya pemimpin seoerti itu tidak bisa melakukan apa-apa. Apalagi dia mau melakukan transformasi besar. Omong kosong”.
***
Terima kasih kepada Pak Ernest Ludji dan dinas pendidikan Kota Kupang, Kepala Sekolah SDI Sikumana 3 dan para guru serta para orang tua yang telah menyampaikan keluhan ini. Dengan menyampaikan keluhan ini, anda telah ikut berpartisipasi memperbaiki layanan dinas pendidikan dan sekolah agar menjadi lebih baik lagi.







