Dedeak-Sodamolek.Com-ROTE NDAO – Gedung Gereja Jemaat Lole Barat Mata Jemaat Kalvari Batulai, Klasis Lole, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, resmi ditahbiskan sekaligus diresmikan dalam ibadah syukur, Kamis (6/8/2026).

Ibadah Pentahbisan dan peresmian gedung gereja berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Kegiatan tersebut menjadi momentum ungkapan syukur jemaat atas selesainya pembangunan rumah ibadah yang diwujudkan melalui pengorbanan, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Ibadah Pentahbisan dan Peresmian dihadiri Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt.Saneb Yohanes Ena Blegur,S.Th, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Rote Ndao Petson Soleman Hangge, S.Sos., Pendeta GMIT, Vikaris, dan Calon Vikaris se-Klasis Lole serta Mahasiswa Teologi UKAW yang melaksanakan praktek di Klasis Lole.
Prosesi Pentahbisan dan Peresmian diawali dengan penyambutan oleh Jemaat GMIT Kalvari Batulai ditandai dengan tarian dan foti disertai pengalungan selendang dan pemberian Ti’ilangga kepada Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Bupati Rote Ndao dan tamu undangan lainnya. Selanjutnya penanaman pohon kelapa dan kemudian pembukaan selubung papan nama dan penandatanganan prasasti Pentahbisan oleh Majelis Sinode GMIT dan Peresmian oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk. Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT dan Bupati Rote Ndao kemudian melakukan pengguntingan pita pada pintu utama gereja sebagai tanda dimulainya penggunaan gedung baru untuk kegiatan peribadatan.
Dibangun dari Persekutuan Jemaat
Wakil Ketua Sinode GMIT dalam khotbah dan sambutannya mengajak jemaat memaknai gereja bukan semata-mata sebagai sebuah bangunan fisik, melainkan sebagai pusat pertumbuhan iman, persekutuan, dan pelayanan.
Ia mengatakan pembangunan Gedung Gereja GMIT Kalvari Batulai hampir seluruhnya lahir dari persekutuan dan partisipasi jemaat.
“Pembangunan gedung gereja ini hampir seluruhnya lahir dari persekutuan jemaat,” katanya.
Menurutnya, kondisi ekonomi dan profesi jemaat yang sebagian besar merupakan petani tidak menjadi penghalang bagi jemaat untuk memberikan yang terbaik dalam pembangunan gereja.
Ia menilai semangat tersebut merupakan bentuk nyata dari komitmen iman dan kebersamaan jemaat.
“Itu adalah akta iman yang sangat kuat. Di tengah keterbatasan sebagai petani, jemaat tetap mempersembahkan yang terbaik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan gereja tidak seharusnya hanya dipahami sebagai upaya mengumpulkan dana untuk mendirikan sebuah bangunan.
“Ini menjadi teladan bahwa membangun gereja bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi membangun komitmen iman dan kebersamaan,” katanya.
Gereja Diharapkan Jadi Pusat Pembinaan
Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,S.H., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Rote Ndao Petson Soleman Hangge, S.Sos., menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung gereja tersebut.
Menurut Bupati, gedung gereja yang baru merupakan simbol pertumbuhan iman, kebersamaan, pengorbanan, persatuan, dan semangat gotong royong jemaat.
“Peresmian sebuah gereja bukan sekadar menandai berdirinya sebuah bangunan fisik, tetapi menjadi bukti nyata iman, kebersamaan, pengorbanan, serta semangat gotong royong seluruh jemaat,” ujar Petson saat membacakan sambutan tertulis Bupati.
Bupati mengatakan keberadaan gedung gereja tersebut diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan jemaat dan masyarakat.
“Saya percaya gereja ini akan menjadi tempat bertumbuhnya iman, pusat pembinaan karakter, pendidikan rohani, pelayanan kasih, serta penguatan persaudaraan di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Bupati juga berharap gedung gereja yang representatif dapat semakin mempererat persekutuan jemaat dan meningkatkan kualitas pelayanan gereja.
“Kiranya gedung gereja yang baru tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan iman, penguatan persaudaraan, serta pelayanan kasih yang membawa damai dan berkat bagi masyarakat,” ungkap Paulus Henuk.
Menurutnya, gereja memiliki peran penting dalam membangun nilai-nilai kasih, persatuan, kepedulian, dan kehidupan bersama yang harmonis.
Karena itu, peresmian gedung gereja tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni peresmian bangunan, tetapi dilanjutkan dengan penguatan kehidupan bergereja dan pelayanan kepada sesama.
Menjadi Berkat bagi Jemaat dan Masyarakat
Dengan ditahbiskan dan diresmikannya Gedung Gereja Jemaat Lole Barat Mata Jemaat Kalvari Batulai, Klasis Lole, diharapkan kehidupan bergereja di tengah jemaat semakin kokoh.
Gedung baru tersebut juga diharapkan menjadi sarana bagi peningkatan kualitas pelayanan, pembinaan iman, pendidikan rohani, serta penguatan persekutuan jemaat.
Lebih dari itu, keberadaan gereja diharapkan mampu mengambil bagian dalam membangun kehidupan sosial masyarakat melalui pelayanan kasih, kepedulian terhadap sesama, serta penguatan persaudaraan.
Momentum pentahbisan dan peresmian tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan gereja bukan hanya tentang menghadirkan bangunan yang representatif, tetapi juga tentang membangun persekutuan, memperkuat iman, dan menghadirkan pelayanan yang memberi dampak positif bagi jemaat dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao.










