Menu

Dark Mode
Mahasiswa Teologi UKAW Kupang Mulai Jalani SKL dan Collegium Pastorale di Klasis Lole, Jemaat Sambut dengan Hangat MERPATI DARI OSSU ITU TELAH TERBANG Hadapi Lonjakan Bencana, BPBD Kupang Gandeng Driver Online sebagai First Responder Lewat Program TOP Ranger 17 Mahasiswa Teologi UKAW Jalani SKL dan Collegium Pastorale di Klasis Lole Dari Sepuluh Kecamat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sebuah Pesan untuk NTT: Ketangguhan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang Kemendagri dan BNPB Tinjau KENCANA Pratama di NTT, Sepuluh Camat Terima Penghargaan atas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana

TAKLALE KLIPING dan REPORTASE

Mahasiswa Teologi UKAW Kupang Mulai Jalani SKL dan Collegium Pastorale di Klasis Lole, Jemaat Sambut dengan Hangat

badge-check


					Mahasiswa Teologi UKAW Kupang Mulai Jalani SKL dan Collegium Pastorale di Klasis Lole, Jemaat Sambut dengan Hangat Perbesar

Dedeak-Sodamolek.Com, ROTE NDAO – Sebanyak 17 mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang yang mengikuti program Studi Kerja Lapangan (SKL) dan Collegium Pastorale (CP) mulai menjalani masa praktik pelayanan di berbagai jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Klasis Lole mulai 27 Juni 2026 – 23 Agustus 2026. Kehadiran para mahasiswa diperkenalkan kepada jemaat dalam ibadah Minggu (28/06/26) melalui warta pelayanan maupun Suara Gembala oleh Ketua Majelis Jemaat (KMJ) dan Majelis Harian Jemaat (MHJ).

Selama kurang lebih dua bulan, para mahasiswa akan belajar sekaligus melayani bersama jemaat sebagai bagian dari proses pembentukan kompetensi akademik, pastoral, dan kepemimpinan gerejawi.

Di Jemaat GMIT Kalvari Batulai, Brevin Henuk diperkenalkan kepada jemaat setelah sebelumnya Pdt.Selviana Windy (KMJ Lole Barat)  memimpin ibadah di Mata Jemaat GMIT Imanuel Koledengga. Dalam kesempatan perkenalan, Brevin menyampaikan nama, asal kampus, fakultas, serta motto pengutusan Fakultas Teologi UKAW, “Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah dalam Kristus.” Ia juga memohon agar jemaat menerima dirinya untuk bersama-sama melayani dan belajar selama masa praktik.

Di Jemaat GMIT Maranatha Tuabuna, Sekretaris Majelis Jemaat menyampaikan kepada jemaat bahwa telah hadir seorang mahasiswa yang akan menjalani praktik SKL selama dua bulan. Saat diberikan kesempatan berbicara, Peterson Sir Lalang mengucapkan terima kasih atas penerimaan jemaat, memperkenalkan nama, suku, asal, kampus dan fakultas, serta menjelaskan tujuan kehadirannya untuk belajar dan melayani bersama jemaat.

Sementara itu, di Jemaat GMIT Sion Kuli, Pdt. Yonatan Faot (KMJ) memperkenalkan Berlian Margaritha sebagai mahasiswa yang akan menjalani praktik SKL selama kurang lebih dua bulan. Dalam sambutannya, Berlian menyampaikan terima kasih atas kesempatan belajar di tengah jemaat. Ia menjelaskan tujuan kedatangannya untuk menjalankan Studi Kerja Lapangan dan mengusung motto pelayanan dari Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku,” sebagai landasan pelayanannya.

Di Jemaat GMIT Imanuel Koledengga, Pdt. Selviana Windy menjelaskan kepada jemaat mengenai kehadiran mahasiswa SKL dan Collegium Pastorale di wilayah pelayanan tersebut. Alisa Doko, mahasiswa semester VI Fakultas Teologi UKAW, kemudian memperkenalkan nama lengkap, nama panggilan, asal, kampus, serta masa praktik yang akan berlangsung hingga 23 Agustus 2026. Ia berharap jemaat menerima dirinya untuk belajar dan melayani bersama selama masa praktik.

Suasana kekeluargaan tampak di Jemaat GMIT Siloam Maku ketika KMJ Pdt. Debbie Soru menyambut Linda Rosinta Ly Ratu. Dalam pesannya, KMJ meminta agar mahasiswa menganggap seluruh warga jemaat sebagai keluarga sendiri serta tidak sungkan selama berada di jemaat. Linda kemudian memperkenalkan diri, menyampaikan tujuan praktik, serta memohon dukungan, bimbingan, dan doa dari seluruh jemaat selama dua bulan ke depan.

Di Jemaat GMIT Imanuel Tuabuna, Pdt. Esri Ambenu (KMJ) memperkenalkan Amran Mikael Afi sebagai mahasiswa semester VIII Fakultas Teologi UKAW yang akan menjalani praktik Collegium Pastorale sejak 27 Juni hingga 24 Agustus 2026. Dalam perkenalannya, Amran memohon arahan dan bimbingan dari seluruh jemaat selama proses pembelajaran berlangsung.

Hal serupa terjadi di Jemaat GMIT Masaneda Noanadale, Pdt.Sonya Ingel Day (KMJ) menyampaikan bahwa jemaat telah menantikan kehadiran mahasiswa praktik selama beberapa minggu terakhir. Setelah ibadah, Pdt.Sonya kembali memperkenalkan Margaretha Y. Haki dan mengajak jemaat belajar bersama selama masa pelayanan. Margaretha memperkenalkan diri sebagai mahasiswa Collegium Pastorale semester VIII, menjelaskan asal suku dan tempat tinggalnya, serta mengungkapkan harapan agar dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah dalam pelayanan nyata bersama jemaat.

Di Jemaat GMIT Pniel Tuae, Sekretaris Majelis Jemaat, Pnt. Desron Kueain, memperkenalkan Hindri Heke Radja sebagai mahasiswa praktik. Hindri menyampaikan salam kepada jemaat, memperkenalkan diri sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Teologi UKAW Kupang, serta memohon bimbingan selama belajar bersama jemaat selama dua bulan.

Sementara itu, di Jemaat GMIT Silo Bandu, Pdt.Yanty Klau Muty (KMJ) selaku mentor pelayanan memperkenalkan Hilary Eyodia Hau Dima kepada jemaat sebagai mahasiswa yang akan melayani selama kurang lebih dua bulan. Hilary mengucapkan terima kasih kepada mentor, majelis jemaat, dan seluruh jemaat atas penerimaan yang diberikan serta menyampaikan kesiapan untuk belajar selama masa praktik.

Di Jemaat GMIT Talita Kumi Dombo, Else G. Timung diperkenalkan kepada jemaat sebagai “wajah baru” yang akan menjalani praktik pelayanan. Else memperkenalkan nama, asal, status sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Teologi UKAW Kupang, serta menjelaskan tujuan kedatangannya untuk belajar bersama jemaat. Ia juga memohon dukungan dan bimbingan selama menjalani praktik.

Mahasiswa asal Gereja Kristen Sumba, Albertina Ndahawali, mulai menjalani praktik di Jemaat GMIT Paulus Namodale. Dalam perkenalannya, Albertina menyampaikan identitas diri, asal kampus, semester, tujuan praktik, serta memohon dukungan, nasihat, dan bimbingan dari jemaat selama dua bulan ke depan.

Di Jemaat GMIT Lole Selatan, Eka Putri Timo memperkenalkan nama, semester, asal kampus, dan tujuan kedatangannya. Ia menjelaskan bahwa perkenalan minggu pertama dilakukan di Mata Jemaat Efata Aililo, sedangkan minggu berikutnya akan dilaksanakan di Mata Jemaat Taisamun Oelangga. Eka juga memohon dukungan dan arahan selama masa praktik.

Daniella Leba, yang ditempatkan di Jemaat GMIT Kana Daemea, memperkenalkan nama, asal kampus, tujuan praktik, serta lama masa pelayanan di jemaat. Ia berharap memperoleh dukungan, bimbingan, dan arahan dari seluruh warga jemaat selama menjalani proses pembelajaran.

Di Jemaat GMIT Efrata Dakek, sekretaris majelis jemaat mengumumkan kehadiran tiga mahasiswa Teologi UKAW yang akan menjalani praktik selama dua bulan. Dalam Suara Gembala, pendeta menjelaskan bahwa ketiganya masih berstatus mahasiswa, bukan vikaris ataupun pendeta.

Nada Wahyuni memperkenalkan nama lengkap, nama panggilan, asal gereja, dan klasis pengutus. Dalam suasana yang akrab, pendeta bahkan sempat menanyakan status pribadinya, yang dijawab Nada bahwa dirinya telah memiliki pasangan.

Novelya Hotan juga memperkenalkan nama lengkap, nama panggilan, gereja, klasis pengutus, dan asal suku. Ia berharap jemaat menerima para mahasiswa dengan baik sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman dan pelajaran baru selama masa praktik.

Senada dengan itu, Feris Tatibun menyampaikan identitas diri yang meliputi nama lengkap, nama panggilan, gereja asal, klasis pengutus, serta asal suku ketika diperkenalkan kepada jemaat.

Di Jemaat GMIT Elim Helebeik, Pdt.Gidelni Lay (KMJ) menjelaskan bahwa terdapat 17 mahasiswa Fakultas Teologi UKAW yang ditempatkan di wilayah Klasis Lole untuk menjalani praktik Collegium Pastorale. Novelin Sanaunu kemudian memperkenalkan nama lengkap, asal suku, tempat tinggal di Baumata, asal kampus, program studi, semester, serta menjelaskan bahwa praktik akan berlangsung hingga 23 Agustus 2026. Setelah perkenalan, KMJ menegaskan kepada jemaat bahwa Collegium Pastorale merupakan bagian dari proses pembentukan calon pendeta sehingga mahasiswa akan diberi kesempatan memimpin beberapa ibadah utama sebagai bagian dari pembelajaran pelayanan.

Secara umum, seluruh mahasiswa menyampaikan ungkapan syukur atas penerimaan jemaat, memperkenalkan identitas diri, menjelaskan tujuan pelaksanaan SKL maupun Collegium Pastorale, serta memohon doa, dukungan, bimbingan, dan kesempatan belajar bersama warga jemaat selama kurang lebih dua bulan.

Program SKL dan Collegium Pastorale merupakan bagian integral dari kurikulum Fakultas Teologi UKAW Kupang yang bertujuan membentuk mahasiswa agar mampu mengintegrasikan pengetahuan teologis dengan praktik pelayanan gerejawi. Melalui penempatan di berbagai jemaat, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata dalam pelayanan pastoral, kepemimpinan jemaat, liturgi, pembinaan warga gereja, serta kehidupan bergereja, sebagai bekal memasuki pelayanan di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

17 Mahasiswa Teologi UKAW Jalani SKL dan Collegium Pastorale di Klasis Lole

25 June 2026 - 12:01 WITA

GMIT Berduka, Pdt. Emr. Marta Mariam Mauta Tutup Usia Setelah Hampir 30 Tahun Mengabdi

12 June 2026 - 15:36 WITA

Peraturan Dua Menteri Soal Pendirian Rumah Ibadah Harus Dibatalkan dan Diganti Perpres yang Menjamin Kebebasan Beribadah dan Memfasilitasi Pendirian Rumah Ibadah

2 June 2026 - 14:57 WITA

Trending TAKLALE KLIPING dan REPORTASE