Menu

Dark Mode
Salus Populi Suprema Lex Esto: Bupati Rote Ndao Tegaskan Keselamatan Rakyat Lewat Penguatan Layanan Puskesmas Liverpool Bungkam Marseille 3-0 di Velodrome, Selangkah Lagi ke 16 Besar Liga Champions AJI: Keputusan MK Perkuat bahwa Sengketa Pers Harus Ditangani oleh Dewan Pers 16 Januari 2026 Memperingati Sejumlah Hari Penting, dari Isra Miraj hingga Hari Remaja Baik Nasional Isra Miraj 2026 Diperingati 27 Rajab 1447 Hijriah, Jatuh pada 16 Januari Laras Faizati divonis hukuman masa percobaan enam bulan, namun tidak perlu menjalaninya – ‘Vonis bersalah membuat orang takut bicara’

TAKLALE KLIPING dan REPORTASE

GEREJA ORANG MERDEKA, EKLESIOLOGI PASCA KOLONIAL INDONESIA.

badge-check

Zakaria J. Ngelow, Asyer Tandapai, Yuberlian Padele, Christina J.
Hutubessy (Penyunting): Gereja Orang Merdeka, Eklesiologi Pascakolonial Indonesia
Penerbit: Yayasan Oase Intim, Makassar (2019).
vi + 494 hlm, 24 x 16 x 3 cm

@Rp. 150.000.- belum termasuk ongkos kirim
Pesan melalui Jean L. Wattimena (email: leslywattimena@yahoo.com)
FB: Jean Lesly Wattimena

Buku GEREJA ORANG MERDEKA adalah kumpulan tulisan sejumlah teolog yang menyoal berbagai aspek dalam kehidupan gereja-gereja (Protestan) di Indonesia, yang diwariskan oleh para pekabar Injil dari Eropa (dan Amerika) sejak zaman kolonial. Baik dalam struktur kelembagaan, peraturan dan pelaksanaan pelayanan pastoral, mau pun dalam liturgi, sakramen dan penafsiran Alkitab ditemukan ciri-ciri kolonialistik, yakni hegemoni kekuasaan yang menindas dan men-diskriminasi.

Sesuai sub-judulnya – Eklesiologi Pascakolonial Indonesia – buku ini memuat kumpulan tulisan eklesiologi pascakolonial, suatu bagian dari studi teologi pascakolonial.

Dari perspektif pascakolonial para penulis berpendapat bahwa di masa lalu bentuk Kekristenan Barat yang dominan sebenarnya ditentukan, dibentuk, dan didefinisikan oleh kolonialisme Eropa, sehingga menyiratkan dan memperkuat pandangan-pandangan Eurosentrisme, eksploitasi kolonial, dan keunggulan nilai-nilai dan budaya Eropa.

Oleh karena itu penelitian kritis diperlukan, dan perlu dibangun interpretasi alternatif terhadap narasi yang dicemari faham kolonialistik.

sumber : FB Zakaria Ngelow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laras Faizati divonis hukuman masa percobaan enam bulan, namun tidak perlu menjalaninya – ‘Vonis bersalah membuat orang takut bicara’

15 January 2026 - 19:57 WITA

Trending Post TAKLALE KLIPING dan REPORTASE