Menu

Dark Mode
Salus Populi Suprema Lex Esto: Bupati Rote Ndao Tegaskan Keselamatan Rakyat Lewat Penguatan Layanan Puskesmas Liverpool Bungkam Marseille 3-0 di Velodrome, Selangkah Lagi ke 16 Besar Liga Champions AJI: Keputusan MK Perkuat bahwa Sengketa Pers Harus Ditangani oleh Dewan Pers 16 Januari 2026 Memperingati Sejumlah Hari Penting, dari Isra Miraj hingga Hari Remaja Baik Nasional Isra Miraj 2026 Diperingati 27 Rajab 1447 Hijriah, Jatuh pada 16 Januari Laras Faizati divonis hukuman masa percobaan enam bulan, namun tidak perlu menjalaninya – ‘Vonis bersalah membuat orang takut bicara’

PEMERINTAHAN-POLITIK-HUKUM dan HAM

Harta Pejabat Naik Saat Pandemi, Waketum PRIMA: Pejabat Kita Buta Pancasila

badge-check

Jakarta-Taklale.Com, Sejumlah pejabat di Indonesia mengalami peningkatan harta kekayaan selama pandemi Covid-19 berlangsung dua tahun belakangan ini. Hal itu sebagaimana dicatat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan catatan KPK, 58 persen menteri di Kabiner Indonesia Maju pundi-pundi kekayaannya bertambah lebih dari 1 miliar rupiah. Sementara 26 persen lainnya bertambah kurang dari 1 miliar rupiah dan hanya 3 persen yang mengalami penurunan jumlah kekayaan.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Alif Kamal, mengatakan bahwa pejabat negara saat ini sudah buta terhadap Pancasila.

Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Alif Kamal

Sebab, lanjutnya, saat pelantikan dan pengambilan sumpah sebelum menjabat dulu, para pejabat ini sudah berjanji setia terhadap Pancasila dan UUD 1945.

“Apakah dengan melihat banyaknya masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan dan terpuruk hidupnya sementara mereka menikmati hidup dengan bertambahnya harta mereka itu dinamakan setia terhadap Pancasila dan UUD 1945?” tukas dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/09/2021).

Alif menambahkan, para pejabat negara saat ini juga tidak bisa diharapkan komitmennya terhadap kesejahteraan rakyat. Pasalnya, saat masyarakat biasa harus berjibaku berjuang mempertahankan hidup di tengah pandemi, justru para pejabat menumpuk kekayaan dan bergelimang harta.

“Meski mendapatkan dengan jalan wajar pun, akan tetapi tetap tidak etis,” imbuhnya.

Ia juga berkelakar, para pejabat negara tersebut cocok untuk dibuatkan mural dengan tulisan ‘TUHAN AKU KENYANG’.

“Kalau kemarin ada mural yang tulisannya TUHAN AKU LAPAR, nah mereka pejabat ini cocok juga bikin mural dengan tulisan TUHAN AKU KENYANG,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

AJI: Keputusan MK Perkuat bahwa Sengketa Pers Harus Ditangani oleh Dewan Pers

20 January 2026 - 23:50 WITA

Trending Post PEMERINTAHAN-POLITIK-HUKUM dan HAM