Menu

Dark Mode
Ombudsman NTT Audiensi dengan Bupati Kupang, Bahas Pengawasan Layanan Publik dan Pungutan Uji Kendaraan OMBUDSMAN NTT MENEMUI BUPATI KUPANG Ombudsman NTT Temukan Masalah Layanan Uji Kendaraan di Kabupaten Kupang Mateldius Sanam Resmi Dilantik Jadi Sekda Definitif Kabupaten Kupang Gubernur NTT Terbitkan Pergub Baru Tata Niaga Sapi, Berat Minimal Sapi Antar Pulau Direvisi KUNJUNGAN TANPA PEMBERITAHUAN KE KANTOR PENGUJIAN KENDARAAN KABUPATEN KUPANG

EKONOMI dan PEMBANGUNAN

Kredit Perbankan Bakal Marak di 2023, PSI Berharap Pengawasan OJK Lebih Ketat Lagi

badge-check


					Kredit Perbankan Bakal Marak di 2023, PSI Berharap Pengawasan OJK Lebih Ketat Lagi Perbesar

Rilis Media
DEWAN PIMPINAN PUSAT (DPP) PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA (PSI)
————————————

“Pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus ekstra ketat, supaya konsumen lebih terlindungi dan dunia perbankan kita semakin kredibel,” ujar Andre Vincent Wenas, juru bicara DPP PSI bidang ekonomi dalam keterangan resminya, Senin 6 Februari 2023.

Kinerja sektor keuangan yang terus membaik ditunjukan dengan pertumbuhan positif kredit perbankan yang diprediksi sekitar 10% sampai 12% secara tahunan di 2023 ini.

Hal ini senada dengan prediksi Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta. “Kredit perbankan diproyeksikan tumbuh sebesar 10 sampai 12%, didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 7 sampai 9%,” ujarnya. Tahun lalu (2022) kredit perbankan tumbuh 11,4% atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit selama 5 tahun sebelum prahara pandemi COVID-19 yakni sebesar 8,9%.

Dinamika pasar modal juga menunjukkan kegairahan, nilai emisi bisa mencapai Rp 200 triliun. Sementara di sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB) piutang pembiayaan diperkirakan tumbuh 13% sampai 15%. Sedangkan dari sisi Aset asuransi jiwa dan asuransi umum tumbuh 5% sampai 7%, padahal ini tengah dilakukan program reformasi yang dilakukan OJK. Aset Dana Pensiun juga diperkirakan tumbuh 5% sampai 7%.

PSI berharap OJK terus meningkatkan kapasitasnya dan pelayanannya. “Peran OJK harus terus diperkuat, beberapa prioritas kebijakan yang perlu dikerjakan selama 2023 ini yaitu di sektor jasa keuangan, menjaga pertumbuhan ekonomi dengan optimalisasi peran sektor keuangan dan meningkatkan layanan dan penguatan kapasitas OJK,” kata Andre lebih jauh.

Penguatan industri jasa keuangan bakal dilengkapi dengan kebijakan peningkatan perlindungan konsumen, melalui preemptive measures. Edukasi masif ke publik untuk meningkatkan literasi keuangan, penanganan pengaduan serta penyelesaian sengketa yang lebih efektif dan efisien, serta penguatan fungsi gugatan perdata oleh OJK.

Sedangkan demi menjaga pertumbuhan ekonomi, OJK akan mendorong sumber pendanaan yang dapat dioptimalkan melalui peningkatan minat investor terhadap instrumen investasi berkelanjutan dan hijau. Juga menggiatkan investasi syariah di Indonesia.

Dalam rangka perlindungan konsumen dan investor, “OJK harus fokus pada upaya penyelesaian yang cepat dan adil terhadap konsumen keuangan, namun tetap memberikan efek jera terhadap pelaku pelanggaran dengan pengenaan sanksi keuangan yang berat,” tegasnya.

“Memasuki tahun politik 2023 ini, OJK harus terus memantau dan mendorong untuk disahkannya RUU Perampasan Aset Koruptor serta RUU Penggunaan Uang Kartal yang telah masuk dalam prioritas Prolegnas 2023 di DPR,” pungkas Andre menutup keterangannnya.

—————————————-
Jakarta, Senin 6 Februari 2023

Andre Vincent Wenas, juru bicara DPP PSI bidang ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Inflasi Turun Secara Tahunan Tapi Naik Secara Bulanan, PSI: Efisienkan Ekonomi dengan Membangun Infrastruktur

3 July 2023 - 18:23 WITA

OJK Diminta Segera Jelaskan Duduk Soal Kredit Macet di Bank Mayapada, PSI: Jangan Sampai Terulang Skandal Bank Century

23 June 2023 - 22:31 WITA

PSI Yakin dengan Pasar Keuangan Indonesia di Tengah Ancaman Gagal Bayar Utang AS

23 May 2023 - 19:58 WITA

Pemimpin Keuangan G7 Risau Soal 2 Hal, PSI: Indonesia Harus Antisipasi Dampaknya Terhadap Ekonomi Global

15 May 2023 - 23:53 WITA

Jumlah Angkatan Kerja Naik 2,61 Juta Orang, PSI: Stabilitas dan Kualitas SDM Adalah Kunci

13 May 2023 - 21:01 WITA

Trending on EKONOMI dan PEMBANGUNAN