Menu

Dark Mode
Ombudsman NTT Audiensi dengan Bupati Kupang, Bahas Pengawasan Layanan Publik dan Pungutan Uji Kendaraan OMBUDSMAN NTT MENEMUI BUPATI KUPANG Ombudsman NTT Temukan Masalah Layanan Uji Kendaraan di Kabupaten Kupang Mateldius Sanam Resmi Dilantik Jadi Sekda Definitif Kabupaten Kupang Gubernur NTT Terbitkan Pergub Baru Tata Niaga Sapi, Berat Minimal Sapi Antar Pulau Direvisi KUNJUNGAN TANPA PEMBERITAHUAN KE KANTOR PENGUJIAN KENDARAAN KABUPATEN KUPANG

Opini

Loyalitas pada Partai, atau Loyalitas pada Negara?

badge-check


					Loyalitas pada Partai, atau Loyalitas pada Negara? Perbesar

*Andre Vincent Wenas*

“My loyalty to my party ends when my loyalty to my country begins,” begitu kata Manuel L. Quezon, Presiden Filipina 1935-1944. Kabarnya ucapan senada pernah pula disampaikan Presiden AS (1961-1963) John F. Kennedy.

Loyalitas pada partaiku berakhir ketika loyalitas pada negaraku dimulai, begitulah berlaku bagi politisi partai politik yang kemudian dilantik jadi pejabat publik.

Di setiap brosur atau anggaran dasar/anggaran rumah tangga parpol selalu tercantum hal ihwal membela dan menjunjung tinggi kepentingan bangsa. Ideal sekali.

Tapi apakah demikian juga soalnya tatkala kepentingan primordial parpol atau keperluan taktisnya mengakibatkan perbenturan dengan kepentingan bangsa?

Kenegarawanan merupakan posisi yang menuntut suatu sikap kebijaksanaan dan keberanian (bahkan mungkin juga kenekadan). Tak semua orang punya nyali untuk menempuh suatu perjalanan kepemimpinan seperti ini.

Ketika mereka diperhadapkan pada suatu situasi yang telah dirancang (diskenariokan) sedemikian rupa oleh sementara pihak, beranikah seorang pejabat publik – yang diharapkan berkelas negarawan – tetap konsekuen dan konsisten dengan kata “my loyalty to my party ends when my loyalty to my country begins”?

Ini jadi pertanyaan yang selalu harus digaungkan, supaya diingat terus dari satu situasi ke situasi lainnya, dari generasi yang awal ke generasi berikutnya.

Tak gampang memang, karena hanya mereka yang berkelas negarawan yang mampu melakukannya.

Manakala pejabat publik diperhadapkan dengan pilihan-pilihan yang harus mereka ambil – dengan segala konsekuensinya – disitulah kualitas kenegarawanan terlihat.

Jakarta, 28 Maret 2023
*Andre Vincent Wenas*,MM,MBA. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid03RgHQYieVqGejzNzb8QdKriPhJQSAcqoQzHhuqVUdSjPVwgydctGnWxcqDeawoCBl&id=100063819726104&mibextid=Nif5oz

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PDIP Umumkan Struktur DPP 2025–2030, Megawati Kembali Pimpin dan Rangkup Jabatan Sekjen

2 August 2025 - 18:38 WITA

Simson Polin Reses dengan Pendeta GMIT di Teritori Rote Ndao

15 July 2025 - 13:49 WITA

Daftar Lengkap Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran

20 October 2024 - 23:32 WITA

Setiap Identitas Manusia Itu Berbeda

6 August 2024 - 04:34 WITA

Selamat Tinggal Jokowi, Selamat Tinggal Cita-Cita Republik?

2 August 2024 - 03:24 WITA

Trending on Opini