Menu

Dark Mode
Salus Populi Suprema Lex Esto: Bupati Rote Ndao Tegaskan Keselamatan Rakyat Lewat Penguatan Layanan Puskesmas Liverpool Bungkam Marseille 3-0 di Velodrome, Selangkah Lagi ke 16 Besar Liga Champions AJI: Keputusan MK Perkuat bahwa Sengketa Pers Harus Ditangani oleh Dewan Pers 16 Januari 2026 Memperingati Sejumlah Hari Penting, dari Isra Miraj hingga Hari Remaja Baik Nasional Isra Miraj 2026 Diperingati 27 Rajab 1447 Hijriah, Jatuh pada 16 Januari Laras Faizati divonis hukuman masa percobaan enam bulan, namun tidak perlu menjalaninya – ‘Vonis bersalah membuat orang takut bicara’

TAKLALE KLIPING dan REPORTASE

Loyalitas pada Partai, atau Loyalitas pada Negara?

badge-check

*Andre Vincent Wenas*

“My loyalty to my party ends when my loyalty to my country begins,” begitu kata Manuel L. Quezon, Presiden Filipina 1935-1944. Kabarnya ucapan senada pernah pula disampaikan Presiden AS (1961-1963) John F. Kennedy.

Loyalitas pada partaiku berakhir ketika loyalitas pada negaraku dimulai, begitulah berlaku bagi politisi partai politik yang kemudian dilantik jadi pejabat publik.

Di setiap brosur atau anggaran dasar/anggaran rumah tangga parpol selalu tercantum hal ihwal membela dan menjunjung tinggi kepentingan bangsa. Ideal sekali.

Tapi apakah demikian juga soalnya tatkala kepentingan primordial parpol atau keperluan taktisnya mengakibatkan perbenturan dengan kepentingan bangsa?

Kenegarawanan merupakan posisi yang menuntut suatu sikap kebijaksanaan dan keberanian (bahkan mungkin juga kenekadan). Tak semua orang punya nyali untuk menempuh suatu perjalanan kepemimpinan seperti ini.

Ketika mereka diperhadapkan pada suatu situasi yang telah dirancang (diskenariokan) sedemikian rupa oleh sementara pihak, beranikah seorang pejabat publik – yang diharapkan berkelas negarawan – tetap konsekuen dan konsisten dengan kata “my loyalty to my party ends when my loyalty to my country begins”?

Ini jadi pertanyaan yang selalu harus digaungkan, supaya diingat terus dari satu situasi ke situasi lainnya, dari generasi yang awal ke generasi berikutnya.

Tak gampang memang, karena hanya mereka yang berkelas negarawan yang mampu melakukannya.

Manakala pejabat publik diperhadapkan dengan pilihan-pilihan yang harus mereka ambil – dengan segala konsekuensinya – disitulah kualitas kenegarawanan terlihat.

Jakarta, 28 Maret 2023
*Andre Vincent Wenas*,MM,MBA. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid03RgHQYieVqGejzNzb8QdKriPhJQSAcqoQzHhuqVUdSjPVwgydctGnWxcqDeawoCBl&id=100063819726104&mibextid=Nif5oz

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laras Faizati divonis hukuman masa percobaan enam bulan, namun tidak perlu menjalaninya – ‘Vonis bersalah membuat orang takut bicara’

15 January 2026 - 19:57 WITA

Trending Post TAKLALE KLIPING dan REPORTASE