Menu

Dark Mode
KIPP : Mendesak Presiden dan DPR Untuk Mengabulkan Tuntutan Rakyat Ombudsman NTT Audiensi dengan Bupati Kupang, Bahas Pengawasan Layanan Publik dan Pungutan Uji Kendaraan OMBUDSMAN NTT MENEMUI BUPATI KUPANG Ombudsman NTT Temukan Masalah Layanan Uji Kendaraan di Kabupaten Kupang Mateldius Sanam Resmi Dilantik Jadi Sekda Definitif Kabupaten Kupang Gubernur NTT Terbitkan Pergub Baru Tata Niaga Sapi, Berat Minimal Sapi Antar Pulau Direvisi

SPIRITUALITAS dan PLURALISME

Pdt.Semuel Victor Nitti: 40 hari yang penting …..

badge-check


					Pdt.Semuel Victor Nitti: 40 hari yang penting ….. Perbesar

Taklale.Com-Oebufu, Tradisi gereja menetapkan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga pada 40 hari sesudah kebangkitan, sesuai tuturan Lukas di Kis. Ras. 1:3. Gereja juga menetapkan bahwa selama 40 hari Tuhan Yesus sepuluh kali menampakkan diri kepada para murid, dalam jumlah yang berbeda di tempat yang berbeda. Ketetapan ini sesuai kesaksian keempat kitab Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes).

Jika kita membaca kata-kata Tuhan Yesus dalam Matius 28: 9, 10, Matius 28:18-20; Markus 16:15-18; Yohanes 20:15-15; Yohanes 20:19-23; Yohanes 20:26-29; Yohanes 21:5,6, 10, 12; dan Yohanes 21:15-18, kita menemukan bahwa penampakan Yesus adalah untuk meyakinkan bahwa Ia benar-benar telah bangkit, pemulihan status kemuridan para murid (kecuali Yudas Iskariot), perintah penginjilan, pemberian Roh Kudus, janji penyertaan dan pemeliharaan.

Tetapi Lukas mengisahkan unsur lain yang amat fundamental mengenai apa yang Yesus perbuat terhadap murid-murid selama 40 hari itu. Unsur fundamental itu Yesus sampaikan kepada dua murid di jalan ke Emaus dan kepada semua murid.
Lukas 24: 25: “Hai kamu orang bodoh. betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Teguran keras ini Yesus lanjutkan dengan menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Kedua murid itu, yang tadinya begitu patah semangat dan sedih, karena harapan mereka yang demikian besar kepada Yesus munah, bersama dengan disalibkan dan matinya Tuhan Yesus. Lalu mereka bersedih dan muka muram, kini hati mereka berkobar-kobar karena mereka mulai mengerti bahwa Mesias harus mati namun pasti bangkit. Dan akhirnya ketika teman tak dikenal itu memecahkan roti dan melayani mereka maka “Terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia … (24:31).

Di Lukas 24:44 dst Tuhan Yesus berkata dengan nada teguran kepada semua murid yang sedang berkumpul, ketika Ia menampakkan diri kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan nabi-nabi dan kitab Mazmur”. Lalu Yesus membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati …….”

Lukas hendak menegaskan bahwa ada yang salah dalam pikiran para murid. Mereka lebih berpikir tentang Mesias politik, Mesias Pembebas yang akan mendirikan kembali dan menjadi Raja kerajaan Israel. Dalam pikiran itu para murid percaya bahwa mengikut Tuhan Yesus adalah untuk mendapat pembagian kuasa dan hak memerintah yang diikuti dengan berbagai hak khusus lainnya untuk kebesaran diri mereka masing-masing.

Ingatlah permintaan Yakobus dan Yohanes untuk duduk di sebelah kiri dan kanan Yesus serta pertengkaran para murid tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Lukas bertutur bahwa Tuhan Yesus mau membersihkan pikiran para murid dari hal-hal itu, dan mendorong mereka membangun kepercayaan bahwa Yesus Mesias adalah Pelayan – Penyelamat yang berkorban diri untuk keselamatan semua manusia.

Jadi pikiran para murid diluruskan dan iman mereka dibersihkan dari kekeliruan yang fatal. Ketika pikiran mereka terbuka bahwa Yesus adalah Mesias Pelayan yang mengorbankan diri untuk keselamatan manusia, maka iman mereka pun dibersihkan dari salah paham yang menyebabkan munculnya harapan-harapan keliru tentang Yesus dan tentang menjadi murid Yesus.

Ketika pikiran mereka lurus, iman mereka bersih barulah Tuhan Yesus memberi tugas untuk menjadi saksi tentang Yesus Mesias Penyelamat yang berkorban diri untuk keselamatan manusia. Dengan itu mereka belajar menjadi saksi tanpa ambisi untuk menjadi penguasa dalam gereja, tanpa hasrat untuk saling menjatuhkan karena merebutkan kekuasaan dalam gereja.

Biarlah mereka cukup menjadi saksi dengan perkataan sekaligus meneladani Sang Pengutus untuk terus menjadi saksi yang berkorban diri melayani dan bukan dilayani. Saksi yang terus membagi-bagi kemurahan dan bukan menghimpun untuk memperkaya diri. Saksi yang pada akhirnya berkata: “Kami adalah hamba, … kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.”(Lukas 17:10). Agar pada akhirnya segala lutut bertelut dan segala lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Biarlah pikiran dan iman gerejaku dan sahabat-sahabat sewarga di GMIT terus dibersihkan dan dimurnikan agar gerejaku terus tetap menjadi saksi yang melayani dan berkorban diri meneladani Tuhan Yesus, Sang Mesias Penyelamat yang berkorban diri.

Sepotong kisah dari berbagi cerita di Koinonia Kupang dalam Ibadah memperingati Kenaikan Tuhan Yesus. Teks Lukas 24: 44 -53).
Salam dari Oebufu!

(tulisan ini diambil dari laman Fb Pdt Semuel Victor Nitti yang dimuat pada Jumat, 28 Mei 2022 dan dimuat atas seijinnya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jemaat GMIT Batu Karang Kuanino Kupang teguhkan 47 orang Anggota Sidi

6 April 2025 - 09:23 WITA

Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang Meninggal

4 April 2025 - 07:59 WITA

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN RI: TOLAK PENANDATANGANAN RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN TENTANG PEMELIHARAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (PKUB)

17 October 2024 - 19:43 WITA

BERSAKSI DALAM PIMPINAN ROH KUDUS (KISAH PARA RASUL 2:1-21)

19 May 2024 - 21:17 WITA

Sang Emeritus

10 May 2024 - 13:03 WITA

Trending on BUKAN ORANG BIASA