Menu

Dark Mode
Ombudsman NTT Audiensi dengan Bupati Kupang, Bahas Pengawasan Layanan Publik dan Pungutan Uji Kendaraan OMBUDSMAN NTT MENEMUI BUPATI KUPANG Ombudsman NTT Temukan Masalah Layanan Uji Kendaraan di Kabupaten Kupang Mateldius Sanam Resmi Dilantik Jadi Sekda Definitif Kabupaten Kupang Gubernur NTT Terbitkan Pergub Baru Tata Niaga Sapi, Berat Minimal Sapi Antar Pulau Direvisi KUNJUNGAN TANPA PEMBERITAHUAN KE KANTOR PENGUJIAN KENDARAAN KABUPATEN KUPANG

EKONOMI dan PEMBANGUNAN

Rasio Utang Masih Jauh Di Bawah Batas Undang-undang, PSI: Ada Trend Terus Menurun

badge-check


					Rasio Utang Masih Jauh Di Bawah Batas Undang-undang, PSI: Ada Trend Terus Menurun Perbesar

*Rilis Media*
DEWAN PIMPINAN PUSAT (DPP) PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA (PSI)
———————————-

Jakarta, 14 Maret 2023

“Walau jumlah utang pemerintah mencapai Rp 7.754,9 triliun pada Januari 2023, atau 38,56% dari Produk Domestik Bruto (PDB) tapi secara persentase itu adalah penurunan dibanding tahun 2022 yang 39,57%. Kita memang selalu mesti hati-hati, tapi tak perlu panik dan digembar-gemborkan seolah terus membengkak. Biasa-biasa saja kok, khan negara kita juga terus bertumbuh,” begitu ujar Andre Vincent Wenas, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia merangkap juru bicara bidang ekonomi pada Selasa, 14 Maret 2023.

PSI menginatkan bahwa, “Utang pemerintah pada akhir tahun 2022 adalah Rp 7.733,99 triliun. Dan pada Januari 2023 ada pertambahan Rp 20,99 triliun sehingga mencapai Rp 7.754,98 triliun. Secara rasio utang itu adalah 38,56% dari PDB. Seperti kita ketahui bahwa rasio utang terhadap PDB yang diijinkan undang-undang adalah 60%, ini khan masih aman sekali,” kata Andre lebih lanjut.

Dari laporan pemerintah (buku APBN Kita edisi Februari 2023) kita pantau bahwa posisi utang yang sebesar Rp 7.754,98 triliun, terdiri dari 88,9% berbentuk Surat Berharga Negara (SBN) dan 11,1% dalam bentuk pinjaman.

Sedangkan denominasinya utang pemerintah 71,45% berbasis rupiah. Ini diklaim sejalan dengan kebijakan umum pembiayaan utang, yaitu mengoptimalkan sumber pembiayaan dalam negeri dan memanfaatkan utang luar negeri sebagai pelengkap.

Rinciannya jumlah utang pemerintah dalam bentuk SBN sebesar Rp 6.894,36 triliun. Terdiri dari SBN domestik sebesar Rp 5.519,27 triliun, terdiri dari Surat Utang Negara sebesar Rp 4.480,31 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 1.038,96 triliun.

Sedangkan kepemilikan SBN domestik tradable ini didominasi oleh perbankan, lalu diikuti oleh Bank Indonesia, lembaga asuransi dan dana pensiun, kemudian disusul investor asing (porsinya kecil).

Sedangkan jumlah utang pemerintah dalam bentuk Surat Berharga Negara Valas hingga Januari 2023 sebesar Rp 1.375,09 triliun. Terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp 1.057,63 triliun dan SBSN sebesar Rp 317,46 triliun.

Lalu jumlah utang pemerintah dalam bentuk pinjaman sebesar Rp 860,62 triliun. Pinjaman dalam negeri Rp 21,68 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp 838,94 triliun.

Rincian pinjaman luar negeri sebesar Rp 838,94 triliun itu terdiri dari pinjaman bilateral Rp 273,67 triliun, multilateral Rp 512,55 triliun, dan bank-bank komersial Rp 52,73 triliun.

“Pendeknya, pola pinjaman atau utang pemerintah sejauh ini nampaknya dilakukan dengan sangat prudent, prinsip kehati-hatian. Kenyataannya persentase 38,56% itu masih jauh di bawah batas aman yang diijinkan undang-undang yaitu 60%,” ujar Andre Vincent Wenas menutup keterangannya.

—————————————-
*Andre Vincent Wenas*,MM,MBA. Ketua DPP PSI & Juru Bicara bidang ekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Inflasi Turun Secara Tahunan Tapi Naik Secara Bulanan, PSI: Efisienkan Ekonomi dengan Membangun Infrastruktur

3 July 2023 - 18:23 WITA

OJK Diminta Segera Jelaskan Duduk Soal Kredit Macet di Bank Mayapada, PSI: Jangan Sampai Terulang Skandal Bank Century

23 June 2023 - 22:31 WITA

PSI Yakin dengan Pasar Keuangan Indonesia di Tengah Ancaman Gagal Bayar Utang AS

23 May 2023 - 19:58 WITA

Pemimpin Keuangan G7 Risau Soal 2 Hal, PSI: Indonesia Harus Antisipasi Dampaknya Terhadap Ekonomi Global

15 May 2023 - 23:53 WITA

Jumlah Angkatan Kerja Naik 2,61 Juta Orang, PSI: Stabilitas dan Kualitas SDM Adalah Kunci

13 May 2023 - 21:01 WITA

Trending on EKONOMI dan PEMBANGUNAN