SIARAN PERS 3
untuk disiarkan segera

Ciputat, 17 April 2026
Prabowo Subianto potensial menjadi presiden yang di eranya aktivis paling banyak dipolisikan dan ditangkap. Demikian pernyataan Ray Rangkuti (Direktur Lingkar Madani Indonesia) yang disampaikan dalam halal bihalal Komunitas Ciputat dengan tajuk “Sebelum Halal Bihalal Ditertibkan!” pada 16 April 2026.
Ray menyatakan bahwa dalam seminggu terakhir setelah Andrie Yunus (aktivis KontraS) disiram air keras, sudah ada 4 aktivis dan akademisi yang dilaporkan ke polisi.
Menurut Ray, pelaporan para aktivis dan akademisi itu bisa mengaburkan penegakan hukum.
“Pelaporan-pelaporan seperti ini tidak dengan sendirinya menjelaskan penegakan hukum. Laporan-laporan seperti ini bahkan berpotensi mengaburkan penegakan hukum dan keadilan. Sebab, sangat mungkin mereka yang dituduh makar dan sebagainya akan melakulan pelaporan balik. Dan begitulah seterusnya,” jelas aktivis 1998 tersebut.
Lebih jauh Ray menyatakan bahwa pemerintah perlu diingatkan bahwa sudah seribuan lebih anak muda yang kini menghadapi pengadilan karena sikap kritis mereka.
“Apakah ini tidak cukup? Apakah pemerintahan Prabowo akan dikenang sebagai pemerintahan yang paling banyak menahan warganya karena sikap kritis mereka? Apakah sejarah Orde Baru terulang kembali, di mana banyak warga, karena sikap kritisnya, dipenjara?” pungkasnya.
Acara halal bihalal Komunitas Ciputat bertema “Sebelum Halal Bihalal Ditertibkan!” ini dihadiri para aktivis dan akademisi di sekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sejumlah figur yang hadir antara lain Komaruddin Hidayat, Musdah Mulia, Ray Rangkuti, Burhanuddin Muhtadi, Neng Dara Affiah, Muhamad Isnur, Moqsith Ghozali, Yuniyanti Chudzaifah, Nong Darol Mahmada, Mixil Mina Munir, Yati Andriani, Syafiq Hasyim, Taftazani, Rahmat Jaelani Kiki, Andi Syafrani, Zezen Zaenal Mutaqin, Mucle Katulistiwa, Elis Heart, Nury Sybli, Saidiman Ahmad, Ridwan Darmawan, dan lain-lain.[]








