Menu

Dark Mode
NV Casino online – przegląd kasyna online i jego funkcji NV Casino online – licencja i wiarygodność kasyna Online Casino Bet-Match a Magyar Piacon – Játékszolgáltatók és Elérhető Kategóriák Real pulga o‘ynash mumkin bo‘lgan onlayn kazinolar O‘zbekistonda Vavada online casino w Polsce – metody płatności Kasino Mostbet v České republice – zákaznická podpora

PEMERINTAHAN-POLITIK-HUKUM dan HAM

HANYA 24,9 PERSEN PUBLIK MENILAI KONDISI PEMBERANTASAN KORUPSI BAIK

badge-check

SIARAN PERS 4
SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC)

Jakarta, 19 Oktober 2021

Hanya 24,9 persen publik Indonesia yang menilai kondisi pemberantasan korupsi baik. Temuan ini berasal dari hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk rilis ‘Evaluasi Publik Nasional Dua Tahun Kinerja Presiden Jokowi’ secara online di Jakarta pada 19 Oktober 2021.

Survei opini publik ini digelar pada 15 – 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Sampel sebanyak 1220 responden dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 981 atau 80 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Hasil survei yang dipresentasikan Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, ini menunjukkan bahwa warga yang menilai kondisi pemberantasan korupsi baik atau sangat baik sekitar 24,9 persen.

Angka ini lebih rendah dibanding yang menilai buruk atau sangat buruk, yakni sebesar 48,2. Sementara yang menilai kondisi pemberantasan korupsi sedang saja sebanyak 23,2 persen. Masih ada 3,8 persen yang tidak menjawab atau tidak tahu.

Abbas juga menjelaskan bahwa dalam 2 tahun terakhir persepsi atas korupsi cenderung memburuk.

“Dari April 2019 ke September 2021, yang menilai korupsi di negara kita semakin banyak jumlahnya naik dari 47,6 persen menjadi 49,1 persen, sebaliknya yang menilai korupsi semakin sedikit menurun dari 24,5 persen menjadi 17,1 persen,” terang Abbas.

—AKHIR SIARAN PERS—

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

Badan Kehormatan DPRD TTU Diminta Segera Menuntaskan Penanganan Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD dalam Kasus Intimidasi terhadap dr. Icha Pakaenoni

24 July 2026 - 07:50 WITA

Bupati Rote Ndao Fokus Perkuat Ketahanan Pangan, Kolaborasi Pembangunan, dan Pemberdayaan Generasi Muda

21 July 2026 - 23:34 WITA

Bupati Rote Ndao Tinjau Gudang Bulog, Dorong Peningkatan Penyerapan Gabah dan Status Bulog Rote Ndao

21 July 2026 - 22:59 WITA

Trending PEMERINTAHAN-POLITIK-HUKUM dan HAM