Menu

Dark Mode
RUMAH SAKIT PRATAMA AMFOANG DAN PROTES MAHASISWA UANG PERPISAHAN SEKOLAH RAMAI-RAMAI DIKEMBALIKAN SDI SIKUMANA 3 KEMBALIKAN UANG PERPISAHAN Didukung SIAP SIAGA, 10 Kecamatan di Kupang Raih Status KENCANA Pratama ERNEST LUDJI DAN TATA KELOLA DINAS PENDIDIKAN KOTA KUPANG *Paracletic Church* ‘The Church Amidst the People’s Bitterness’

PEMBACA MENULIS

MERAYAKAN HARI PENTAKOSTA

badge-check


					MERAYAKAN HARI PENTAKOSTA Perbesar

oleh : Zakaria Ngelow
Kata “Pentakosta” berasal dari kata Yunani yang berarti “lima puluh”, karena terjadi lima puluh hari setelah hari raya sebelumnya, hari Paskah. Sebagai hari raya, Pentakosta adalah hari raya Yahudi, yang dilakukan 50 hari setelah Paskah Yahudi yang kedua. Paskah Yahudi dirayakan selama 8 hari memperingati tindakan Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir. Sedangkan perayaan panen terdiri atas 2 bagian, panen musim semi (Im. 23) dan 50 hari kemudian pesta panen gandum. Karena terjadi tujuh minggu setelah persembahan pertama (50 hari, sehari setelah selesainya tujuh minggu), hari raya itu dikenal sebagai Shavuot, atau Minggu-minggu.
Peristiwa Pentakosta pada gereja mula-mula —yang tercatat dalam Kisah Para Rasul 2— adalah pencurahan Roh Kudus yang dramatis kepada para pengikut Yesus. Terjadi 50 hari setelah peristiwa Paskah, kebangkitan Yesus, peristiwa Pentakosta menandai “hari kelahiran Gereja” secara rohani dan awal dari penginjilan Kristen ke seluruh dunia.
Untuk memahami momen penting ini orang perlu menguraikan tiga aspek utamanya: fenomena mukjizat, makna teologisnya yang mendalam, dan dampaknya kepada orang-orang percaya gereja mula-mula.
1. Manifestasi Mukjizat
Menurut catatan Alkitab, peristiwa tersebut menampilkan tiga kejadian luar biasa ketika para murid berkumpul di satu tempat:
• Suara Seperti Angin Menderu: Angin kencang memenuhi rumah, melambangkan kehadiran Roh Allah yang tak terlihat namun penuh kuasa.
• Lidah Api: Api yang terbagi, atau “lidah-lidah api,” hinggap di atas setiap murid, menunjukkan kehadiran Roh Kudus yang memberdayakan dan menyucikan.
• Berbicara dalam Bahasa Roh: Para murid dimampukan oleh Roh Kudus untuk berbicara dalam bahasa lain. Akibatnya, kerumunan orang yang beragam dan multinasional yang mengunjungi Yerusalem dapat mendengar Injil diberitakan dalam bahasa asli mereka sendiri.
2. Signifikansi Historis & Teologis
Pentakosta bukanlah konsep yang sepenuhnya baru, melainkan penggenapan sejarah Yahudi dan Kristen:
• Penggenapan Shavuot: Pentakosta (yang berarti “kelima puluh” dalam bahasa Yunani) bertepatan dengan perayaan Yahudi Shavuot (atau Hari Raya Minggu-minggu, Festival of the Weeks). Secara historis, perayaan Yahudi ini merayakan dua peristiwa sekaligus, panen gandum musim semi dan memperingati pemberian Hukum (Taurat) kepada Musa di Gunung Sinai.
Orang Kristen memandang Pentakosta Perjanjian Baru sebagai transisi dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, di mana hukum sekarang ditulis di hati orang percaya oleh Roh Kudus, bukan di loh batu.
• Janji Yesus: Sebelum kenaikan-Nya, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk menunggu di Yerusalem untuk “karunia yang dijanjikan Bapa-Ku,” janjikan bahwa mereka akan menerima kuasa untuk menjadi saksi-Nya. Pentakosta menggenapi nubuat ini, memperlengkapi para pengikut Yesus untuk misi mereka.
3. Transformasi Gereja Awal
Peristiwa itu sepenuhnya mengubah sekelompok kecil murid yang takut menjadi penginjil yang berani dan percaya diri.
• Khotbah Pertama:
Rasul Petrus maju dan berkhotbah dengan berani kepada orang banyak, menjelaskan bahwa mukjizat yang mereka saksikan adalah penggenapan nubuat nabi Yoel (2:28-32).
• Pertumbuhan Pesat:
Tiga ribu orang “hatinya tersayat,” bertobat, dan dibaptis pada hari itu, menandai komunitas orang percaya pertama Kis 2: 37).
• Komunitas Baru: Gereja awal yang muncul dari Pentakosta menjadi identik dengan persatuan, berbagi harta benda, mengabdikan diri pada ajaran para rasul, memecah roti (Perjamuan Kudus), dan berdoa (Kis 2: 41-47).
Bagi umat Kristen saat ini, Pentakosta berfungsi sebagai pengingat terus-menerus bahwa Roh Kudus hadir dan aktif, memberdayakan Gereja untuk melaksanakan misi globalnya dan membimbing umat percaya dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Pentakosta adalah hari raya penting dalam kalender gereja Kristen saat ini. Tetapi tahukah Anda bahwa Pentakosta adalah hari raya dari Kitab Suci Ibrani yang masih dirayakan oleh orang Yahudi? Dalam bahasa Ibrani, disebut Shavuot, yang berarti “minggu-minggu”—dan karena itu dikenal sebagai Hari Raya Minggu (Weeks Festival). Pentakosta berasal dari kata Yunani untuk “lima puluh” karena terjadi lima puluh hari setelah hari raya sebelumnya, hari Paskah.
Shavuot awalnya adalah festival panen Yahudi, yang kedua dari dua perayaan hasil buah bungaran (Imamat 23 dan 24)
Selengkapnya lihat “Akar-akar Yahudi Perayaan Pentakosta Kristen” di https://www.facebook.com/share/p/1EfeGCvip4/
Kalabahi, Alor, 23 Mei 2026
Illust: Ascension of Christ by Korean Catholic Artist, Kim Ki-Chang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

RUMAH SAKIT PRATAMA AMFOANG DAN PROTES MAHASISWA

29 May 2026 - 17:46 WITA

UANG PERPISAHAN SEKOLAH RAMAI-RAMAI DIKEMBALIKAN

28 May 2026 - 17:48 WITA

SDI SIKUMANA 3 KEMBALIKAN UANG PERPISAHAN

27 May 2026 - 07:53 WITA

Trending PEMBACA MENULIS