Menu

Dark Mode
MERPATI DARI OSSU ITU TELAH TERBANG Hadapi Lonjakan Bencana, BPBD Kupang Gandeng Driver Online sebagai First Responder Lewat Program TOP Ranger Dari Sepuluh Kecamat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sebuah Pesan untuk NTT: Ketangguhan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang Kemendagri dan BNPB Tinjau KENCANA Pratama di NTT, Sepuluh Camat Terima Penghargaan atas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Pemprov NTT Sosialisasikan RAD Adaptasi Perubahan Iklim 2025–2045, Perkuat Ketahanan Daerah Menghadapi WARGA JEMAAT BUKAN KUMPULAN PARA FANS (I Korintus 3:1–8)

TAKLALE KLIPING dan REPORTASE

Venna Melinda Jadi Korban KDRT, PSI: Korban-Korban Lain Harus Berani Bicara

badge-check


					Venna Melinda Jadi Korban KDRT, PSI: Korban-Korban Lain Harus Berani Bicara Perbesar

RILIS MEDIA
Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI)

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam keras kekerasan yang dialami pesohor Venna Melinda yang dilakukan suaminya, Ferry Irawan.

“Kejadian tersebut tidak bisa dibiarkan. Kami di PSI sangat berharap kasus ini diusut tuntas. Pihak yang bersalah harus dihukum. PSI sangat prihatin dan turut bersimpati dengan Venna, “ kata Juru Bicara DPP PSI, Imelda Berwanty Purba, dalam keterangan tertulis, Jumat 13 Januari 2023.

Tidak boleh ada kekerasan terhadap siapa pun dan dalam bentuk apa pun, di muka bumi ini. Ketika didiamkan dan dibiarkan, kekerasan akan terus berulang dan melahirkan korban-korban baru.

“Kita salut dengan Mbak Venna yang memutuskan untuk bersuara, untuk _dare to speak up_. Praktik KDRT harus dilawan dan pertama-tama para korban mesti berani bersuara,” ujar Imelda.

KDRT bukanlah aib yang harus ditutupi. Justru harus diungkap agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.

“Kepada para perempuan yang menjadi korban KDRT, carilah ruang-ruang aman dan terpercaya untuk bersuara. Carilah ruang-ruang yang bisa mengakui dan memvalidasi pengalaman kekerasan yang teman-teman perempuan alami,” kata Imelda yang pada 6 Desember 2022 mendapat penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai “Perempuan yang Berani Bersuara”.

Satu hal, lanjut Imelda, kasus Venna ini membuktikan bahwa perempuan, dari kelas sosial apa pun, bisa menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

“Jangan lagi menyangka bahwa hanya perempuan kalangan bawah yang bisa menjadi korban. Jangan lagi menyangka bahwa hanya perempuan yang tergantung secara ekonomi yang bisa menjadi korban,” ujar Imelda.

Imelda memungkasi, “Mulai hari ini, harus ada Venna-Venna Melinda lain, yaitu mereka yang berani bersuara atas kekerasan yang dialami di rumah tangga.”

Pada Kamis kemarin, Polda Jawa Timur resmi menetapkan Ferry Irawan sebagai tersangka KDRT terhadap istrinya, Venna Melinda.

(sumber: Juru Bicara DPP PSI, Imelda Berwanty Purba)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

GMIT Berduka, Pdt. Emr. Marta Mariam Mauta Tutup Usia Setelah Hampir 30 Tahun Mengabdi

12 June 2026 - 15:36 WITA

Peraturan Dua Menteri Soal Pendirian Rumah Ibadah Harus Dibatalkan dan Diganti Perpres yang Menjamin Kebebasan Beribadah dan Memfasilitasi Pendirian Rumah Ibadah

2 June 2026 - 14:57 WITA

Bupati Rote Ndao Tinjau Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Rote dan Pulau Usu

1 June 2026 - 21:04 WITA

bupati-rote-ndao-tinjau-pembangunan
Trending TAKLALE KLIPING dan REPORTASE