Menu

Dark Mode
Ombudsman NTT Audiensi dengan Bupati Kupang, Bahas Pengawasan Layanan Publik dan Pungutan Uji Kendaraan OMBUDSMAN NTT MENEMUI BUPATI KUPANG Ombudsman NTT Temukan Masalah Layanan Uji Kendaraan di Kabupaten Kupang Mateldius Sanam Resmi Dilantik Jadi Sekda Definitif Kabupaten Kupang Gubernur NTT Terbitkan Pergub Baru Tata Niaga Sapi, Berat Minimal Sapi Antar Pulau Direvisi KUNJUNGAN TANPA PEMBERITAHUAN KE KANTOR PENGUJIAN KENDARAAN KABUPATEN KUPANG

BUKAN ORANG BIASA

KETUA PIS ADE ARMANDO AJAK MASYARAKAT DUKUNG USULAN GELAR PAHLAWAN NASIONAL BAGI BUYA AHMAD SYAFII MAARIF

badge-check


					KETUA PIS ADE ARMANDO AJAK MASYARAKAT DUKUNG USULAN GELAR PAHLAWAN NASIONAL BAGI BUYA AHMAD SYAFII MAARIF Perbesar

SIARAN PERS
PERGERAKAN INDONESIA UNTUK SEMUA (PIS)

Jakarta, 2 November 2022

Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), Ade Armando, mengajak berbagai kelompok masyarakat untuk mendukung usulan pengajuan Buya Ahmad Syafii Maarif mendapat gelar pahlawan nasional.

“Buya sangat pantas menyandang gelar kehormatan itu,” kata Ade pada 1 November 2022 di Jakarta. Video pernyataan Ade Armando bisa disimak di sini: https://youtu.be/gtQkyiy_dp8

Usulan ini sebelumnya diutarakan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan Bupati Sijunjung. Usulan ini juga sudah didukung Maarif Institute dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta.

Menurut Ade, kiprah Buya tidak perlu diragukan lagi. Banyak yang diberikan Buya, mulai dari keteladanannya sampai pandangannya dalam soal isu keislaman, keindonesiaan, kebhinekaan, dan keadilan sosial. Semua itu dipersembahkan Buya demi kemajuan Indonesia.

Semasa hidupnya, Buya adalah teladan berjalan. Banyak jabatan prestisius yang disandangnya, seperti Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Meski begitu, Buya dikenal sebagai sosok yang sederhana dan menolak diistimewakan.

Pandangan Buya soal isu keislaman, kebangsaan, kebihinekaan, dan keadilan sosial menjadi kompas sekaligus menjadi cambukan yang sangat dibutuhkan.

Pandangan-pandangannya termuat di ratusan karya tulis dan buku yang secara produktif ia hasilkan sampai saat-saat menjelang akhir hayatnya.

Dalam soal keislaman, Buya dikenal sebagai sosok yang sangat meyakini Islam sebagai pedoman etika dan petunjuk hidup dengan sepenuh hati. Tapi itu tidak membuat Buya kehilangan rasa hormatnya kepada pemeluk agama lain yang berbeda.

Buya juga berani berseberangan ketika melihat ancaman dari kelompok-kelompok radikal yang menggunakan agama sebagai alat pembenaran mereka, sepert Front Pembela Islam (FPI). Dengan lantang, Buya mengecam FPI dan sejenisnya sebagai ‘preman berjubah’.

Ketika Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama diserang dan disudutkan akibat ucapannya yang dituduh menista agama, Buya menjadi salah seorang ilmuwan dan ulama yang secara terbuka membelanya.

Buya juga terus-menerus menyerukan persatuan dan kerjasama antara dua organisasi islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Buya sangat sedih melihat jurang antara kaya dan miskin yang masih sangat tajam di Indonesia. Menurut Buya, sila kelima dalam Pancasila adalah sila yang paling tertinggal di buritan peradaban, paling terlantar, dan ‘yatim piatu’.

Buya juga mengkritik keras para pejabat publik yang terjebak dalam kubangan lumpur KKN. Kata Buya, jangan memuji-muji Pancasila, tapi dalam praktik sehari-hari justru berbuat KKN sesuka hati.

“PIS menganggap sosok Buya sudah memenuhi hampir semua prasyarat pemberian gelar pahlawan nasional. Di antaranya, popularitas tokoh dan tingkat penerimaan tokoh di daerah asalnya. Hampir semua kalangan mengakui sosok Buya, mulai dari warga Muhammadiyah sendiri, tokoh agama lintas agama, intelektual, sampai Presiden Jokowi,” kata Ade.

Karena itu, PIS mengajak masyarakat untuk bersama mendukung usulan pemberian gelar pahlawan nasional ini.

PIS berharap pemerintah pusat segera merespons usulan tersebut sehingga gelar pahlawan nasional bisa disandang Buya dalam waktu cepat.

–AKHIR SIARAN PERS-

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

dr. Husein Pancratius Rukeng: Dokter Humoris, Pemimpin Bijaksana

26 August 2025 - 23:02 WITA

Sang Emeritus

10 May 2024 - 13:03 WITA

Trisno Johannes Silentio Sutanto Lebih dari Sahabat

1 April 2024 - 06:53 WITA

In Memoriam Trisno Sutanto (1963-2024)

31 March 2024 - 19:36 WITA

PEMENANG SAYEMBARA MENGENANG 100 HARI BUYA SYAFII MAARIF DIUMUMKAN, INI DAFTARNYA

27 October 2022 - 22:23 WITA

Trending on BUKAN ORANG BIASA